Internasional . 09/08/2026, 18:09 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Lebih dari 20.000 warga terpaksa meninggalkan permukiman mereka setelah kebakaran hutan dan semak belukar melanda kawasan Bald Range di dekat Danau Okanagan, British Columbia, Kanada. Kobaran api bergerak cepat pada malam hari dan mengancam sejumlah permukiman, termasuk Summerland dan Peachland.
Menurut laporan CTV News setempat pada Sabtu, 8 Agustus 2026, kebakaran tersebut telah menghanguskan rumah-rumah dan terus merambat ke arah Summerland serta Peachland. Situasi itu mendorong pihak berwenang mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di wilayah yang terdampak.
Perintah evakuasi mencakup seluruh wilayah Summerland yang dihuni sekitar 12.000 orang. Sementara itu, sekitar 8.000 warga lainnya yang tinggal di dalam dan sekitar Peachland juga diminta segera menyelamatkan diri dari ancaman kebakaran.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Jumat malam (7/8). Namun, dalam hitungan jam, api dengan cepat meluas hingga mencapai area seluas 50 kilometer persegi dan menjangkau permukiman kecil Faulder.
Perkembangan api yang begitu cepat membuat warga harus meninggalkan rumah mereka dalam waktu singkat. Kondisi tersebut juga memperlihatkan besarnya ancaman kebakaran terhadap kawasan permukiman di sekitar Danau Okanagan.
Video-video yang beredar di media sosial memperlihatkan rumah-rumah terbakar ketika warga berusaha menyelamatkan diri. Sementara itu, jalan menuju selatan ke arah Penticton dipadati kendaraan warga yang meninggalkan kawasan terdampak.
Petugas informasi darurat Erick Thompson menggambarkan kebakaran tersebut sebagai salah satu kebakaran yang "bergerak dan meluas paling cepat" yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Kecepatan pergerakan api bahkan membuat situasi berubah dengan cepat dan menyulitkan warga untuk tetap berada di kawasan terdampak.
Thompson sendiri akhirnya harus meninggalkan pusat operasi darurat untuk menyelamatkan keluarganya. Ia pergi menjemput keluarganya dan membawa mereka keluar dari daerah yang terancam kebakaran.
"Saya harus meninggalkan pusat operasi darurat untuk menjemput keluarga saya dan membawa mereka keluar dari daerah ini. Kami sedang menuju ke selatan," katanya.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran tidak hanya memengaruhi warga sekitar, tetapi juga petugas yang berada di garis depan penanganan keadaan darurat. Thompson pun meminta masyarakat tidak menunda evakuasi dan segera meninggalkan kawasan yang terancam.
Selain meminta warga segera pergi, Thompson mengingatkan masyarakat agar membantu tetangga yang berada dalam kondisi rentan. Menurutnya, situasi yang berkembang membutuhkan kepedulian dan dukungan dari seluruh warga.
"Saya rasa tidak perlu dikatakan lagi betapa mengkhawatirkannya kejadian yang menimpa komunitas kita ini bagi semua orang, namun kita harus tetap kuat—demi orang-orang terkasih, dan terutama demi mereka yang membutuhkan bantuan serta dukungan. Jadi, perhatikanlah keadaan tetangga Anda," katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media