Nasional . 10/08/2026, 15:16 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah memprioritaskan masyarakat yang belum pernah menyaksikan langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Kebijakan tersebut muncul setelah antusiasme masyarakat untuk mengikuti upacara kenegaraan tahun ini sangat tinggi.
Dalam jumpa pers seusai rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026, Prasetyo menjelaskan bahwa panitia akan menelaah riwayat pendaftaran setiap calon penonton. Dengan cara tersebut, Istana dapat membagi kesempatan secara lebih merata kepada masyarakat yang ingin menyaksikan langsung rangkaian upacara kemerdekaan.
Istana membuka pendaftaran penonton pada 5–9 Agustus 2026. Dalam empat hari tersebut, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 336 ribu orang, sehingga jumlah peminat jauh melampaui kapasitas kursi yang tersedia.
Prasetyo menjelaskan bahwa pada awalnya panitia hanya menyediakan 5.500 kursi untuk masyarakat. Namun, tingginya antusiasme membuat Istana menambah satu blok penonton dengan kapasitas 3.400 orang.
Dengan tambahan tersebut, pemerintah berupaya memberikan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat untuk hadir langsung dalam peringatan HUT ke-81 RI. Meski demikian, jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 336 ribu orang tetap jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia.
Tahun ini, Istana juga memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang belum pernah mengikuti upacara secara langsung. Prasetyo mengatakan panitia akan melihat riwayat pendaftaran sebelum menentukan pembagian kesempatan kepada calon penonton.
"Bukan tidak boleh (ikut lagi), tetapi kita akan mencoba membagi porsi dengan berusaha memprioritaskan bagi saudara-saudara kita, masyarakat kita yang belum pernah sama sekali. Jadi, kita bagi porsinya itu," kata Mensesneg.
Prasetyo mengatakan pemerintah akan membagi kesempatan menonton menjadi dua sesi. Pembagian tersebut mencakup upacara pagi dan upacara penurunan bendera pada sore hari.
"Nanti tentu akan kita bagi menjadi dua sesi, yaitu upacara pagi dan upacara penurunan bendera," ucap Prasetyo.
Puncak peringatan HUT ke-81 RI akan berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026. Rangkaian utama tersebut terdiri dari Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI serta Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih.
Upacara kenegaraan itu menjadi bagian utama peringatan kemerdekaan yang biasanya berlangsung di Istana Kepresidenan. Selain pejabat negara dan pasukan upacara, masyarakat yang memperoleh undangan resmi juga akan ikut menyaksikan rangkaian tersebut secara langsung.
Pemerintah menetapkan "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" sebagai tema besar HUT ke-81 RI. Tema tersebut menggambarkan arah pembangunan nasional dengan menekankan kemandirian bangsa, pemerataan keadilan, serta kesejahteraan masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media