Internasional . 11/08/2026, 05:43 WIB

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 21 Orang Tewas dan Puluhan Bangunan Rusak

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id -  Sedikitnya 21 orang tewas setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin 10 Agustus waktu setempat. Gempa kuat tersebut memicu kerusakan bangunan di sejumlah kota dan membuat tim penyelamat dikerahkan untuk mencari warga yang kemungkinan masih terjebak.

Wali Kota Pereira Mauricio Salazar menyebut sedikitnya 18 orang meninggal dunia di wilayahnya. Sementara itu, Wali Kota Manizales Jorge Eduardo Rojas melaporkan dua korban jiwa serta lebih dari 32 bangunan mengalami kerusakan, baik sebagian maupun secara keseluruhan.

Situasi serupa terjadi di Quibdo. Laporan awal menyebut satu orang meninggal dunia, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka. Kerusakan berat juga dilaporkan terjadi pada sejumlah bangunan.

Di Manizales, pemerintah setempat mengambil langkah dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan akademik. Kebocoran gas dan gangguan pada jaringan listrik juga dilaporkan terjadi setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi pada pukul 12.34 GMT atau 19:34 WIB. Pusat gempa berada sekitar 5 kilometer (3,1 mil) di sebelah timur San Jose del Palmar dengan kedalaman mencapai 107 kilometer (66,5 mil).

Meski berkekuatan besar, gempa tersebut tidak memicu peringatan tsunami. Sistem Peringatan Tsunami AS menyatakan tidak ada tsunami yang diperkirakan melanda California, Oregon, Washington, maupun Alaska. Ancaman tsunami terhadap Provinsi British Columbia, Kanada, juga dinyatakan tidak ada.

Pemerintah Kolombia turut memastikan tidak terdapat ancaman tsunami di kawasan pesisir Pasifik negara tersebut.

Sejumlah bandara terdampak:

Gempa juga berdampak terhadap aktivitas transportasi udara. Otoritas penerbangan sipil Kolombia melaporkan adanya kerusakan di Bandara Alfonso Bonilla Aragon, Cali, sehingga terminal tersebut dimasukkan dalam daftar fasilitas yang terdampak.

Bandara Popayan juga menghentikan sementara operasional penerbangan. Penghentian tersebut berkaitan dengan abu vulkanik dari Gunung Api Purace yang muncul setelah aktivitas seismik.

Sebelumnya, pemeriksaan struktur bangunan juga dilakukan di sejumlah bandara lain, termasuk terminal di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bogota menyatakan terus memantau perkembangan situasi. Warga negara AS yang berada di Kolombia diminta mengikuti informasi dari media lokal dan tetap menjaga komunikasi dengan keluarga.

Tak lama setelah gempa utama, gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 tercatat pada pukul 13.18 GMT atau 20:18 WIB. Episentrumnya berada sekitar 16 kilometer (9,9 mil) di sebelah barat San Jose del Palmar.

“Negara hadir dan mengambil tindakan,” kata Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella setelah gempa tersebut, seraya memastikan bahwa dirinya mengambil kendali langsung atas penanganan keadaan darurat.

Presiden kemudian memerintahkan pembentukan pos komando terpadu untuk mempercepat koordinasi penanganan bencana.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com