Pendidikan . 13/08/2026, 18:48 WIB

Kemenkes Buka Beasiswa S1 Kedokteran ke Jepang: Kuliah 6 Tahun Dibiayai Penuh!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka kesempatan bagi mahasiswa kedokteran Indonesia untuk melanjutkan pendidikan melalui Beasiswa S1 Kedokteran ke Jepang 2026. Program ini menggandeng International University of Health and Welfare (IUHW) Jepang dan memberikan kesempatan kepada penerima untuk menempuh pendidikan kedokteran selama enam tahun.

Program tersebut menawarkan pembiayaan pendidikan secara penuh serta sejumlah fasilitas pendukung selama peserta menjalani studi di Jepang. Karena itu, mahasiswa kedokteran yang memenuhi persyaratan bisa mulai mempersiapkan dokumen dan mengikuti proses seleksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kuliah Kedokteran 6 Tahun di Jepang

International University of Health and Welfare atau IUHW merupakan universitas swasta pertama di Jepang yang secara khusus mendedikasikan pendidikan pada bidang kesehatan, kedokteran, dan kesejahteraan sosial. Melalui program beasiswa ini, peserta akan menjalani pendidikan kedokteran selama enam tahun di Jepang.

Setelah menyelesaikan pendidikan, penerima beasiswa harus mengikuti National Examination for Medical Practitioners dalam bahasa Jepang. Peserta kemudian menjalani residensi selama dua tahun sebelum kembali ke Indonesia.

Beasiswa Tanggung Biaya Pendidikan dan Tempat Tinggal

Mengacu pada dokumen resmi Kementerian Kesehatan, program beasiswa ini memberikan sejumlah manfaat bagi penerima. Salah satunya berupa pelatihan bahasa Jepang atau Japanese-Language Proficiency (JLP) selama enam bulan untuk membantu peserta mempersiapkan diri sebelum menjalani pendidikan.

Kemenkes juga memberikan beasiswa penuh yang mencakup biaya pendaftaran, biaya kuliah atau akademik selama enam tahun, biaya laboratorium, materi pembelajaran, serta biaya pelatihan lainnya. Selain itu, peserta memperoleh fasilitas tempat tinggal berupa single dormitory room di Narita International House dan makan dua kali sehari di kafetaria.

Penerima beasiswa juga mendapatkan uang saku setiap bulan. Dengan berbagai fasilitas tersebut, program ini memberikan dukungan pendidikan sekaligus kebutuhan dasar peserta selama menjalani studi di Jepang.

Syarat dan Kampus yang Mendapat Kuota

Kemenkes menetapkan sejumlah persyaratan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program Beasiswa S1 Kedokteran ke Jepang 2026. Peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan berstatus sebagai mahasiswa kedokteran aktif pada semester gasal 2026/2027 di fakultas kedokteran.

Program ini mengutamakan mahasiswa baru dan mahasiswa tahun kedua. Selain itu, peserta harus memiliki prestasi akademik yang baik serta memperoleh rekomendasi dari kampus asal.

Peserta juga perlu memiliki kemampuan bahasa asing yang baik, terutama bahasa Inggris. Untuk mengikuti proses seleksi, kandidat harus menyiapkan formulir pendaftaran IUHW yang berisi data pribadi, rapor atau transkrip pendidikan SMA, ijazah SMA, dan paspor.

Kemenkes menyediakan kuota melalui sejumlah universitas mitra di Indonesia. Universitas Airlangga mendapat kuota terbesar dengan enam orang, disusul Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran masing-masing lima orang.

Universitas Andalas dan Universitas Sam Ratulangi masing-masing memperoleh empat kuota. Sementara itu, Universitas Hang Tuah mendapat tiga kuota, sedangkan sejumlah perguruan tinggi lain memperoleh kuota satu hingga tiga orang sesuai ketentuan program.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com