Internasional . 15/08/2026, 21:29 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Iran kembali mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan bahwa kemampuan militernya belum sepenuhnya lumpuh setelah menghadapi serangkaian serangan dari Israel dan Amerika Serikat (AS).
Teheran mengklaim lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran masih utuh serta siap digunakan. Klaim tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Iran merasa masih memiliki kemampuan untuk menghadapi konflik apabila ketegangan dengan AS dan Israel terus berlanjut.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Komandan Angkatan Darat Iran untuk Urusan Eksekutif, Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh, sebagaimana dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA.
Menurut Sheikh, serangan yang dilakukan Israel dan AS tidak berhasil menghancurkan sebagian besar kemampuan rudal dan drone milik Iran.
“Lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran tetap utuh dan siap,” kata Sheikh.
Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian karena menyangkut salah satu komponen utama kekuatan militer Iran. Rudal dan drone selama ini menjadi bagian penting dari kemampuan Teheran untuk melakukan serangan jarak jauh.
Jika klaim tersebut benar, berarti serangan AS dan Israel disebut belum mampu memberikan dampak seperti yang diharapkan terhadap persenjataan strategis Iran.
Iran berusaha menunjukkan bahwa kemampuan militernya masih memiliki daya tahan cukup besar.
Dalam situasi konflik, kemampuan mempertahankan stok senjata menjadi faktor penting. Bukan hanya mengenai jumlah persenjataan yang tersisa, tetapi juga mengenai kemampuan untuk meluncurkan serangan lanjutan, mempertahankan sistem pertahanan, serta menjaga tekanan terhadap lawan.
Dengan mengklaim lebih dari tiga perempat kemampuan rudal dan drone masih tersedia, Teheran seolah ingin menyampaikan pesan bahwa serangan sebelumnya belum membuat Iran kehabisan amunisi.
Sheikh bahkan menggambarkan sistem drone Iran sebagai sesuatu yang telah menjadi mimpi buruk bagi musuh, terutama AS dan Israel.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Iran ingin mempertahankan persepsi mengenai kekuatan militernya di tengah perang narasi yang berlangsung bersamaan dengan konflik di lapangan.
Menariknya, angka yang disampaikan pejabat Iran tersebut bertolak belakang dengan penilaian Presiden AS Donald Trump.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media