Ekonomi . 15/08/2026, 16:17 WIB

Ekspor Beras ke Malaysia Berpotensi 200 Ribu Ton, Bulog Tunggu Izin

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Rencana Indonesia mengekspor beras ke Malaysia membuka peluang pasar hingga 200.000 ton, terutama untuk memenuhi kebutuhan wilayah Sarawak. Namun, Perum Bulog menegaskan pengiriman dalam volume besar tersebut tidak dapat dilakukan sekaligus sepanjang 2026.

Sebagai tahap awal, Indonesia berencana mengirim 1.000 ton beras ke Malaysia. Dari jumlah tersebut, Sarawak diperkirakan memiliki kebutuhan yang jauh lebih besar, yakni hingga 200.000 ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan realisasi ekspor masih bergantung pada permintaan pembeli di Malaysia serta proses perizinan dari pemerintah negara tujuan.

Menurut Ahmad, nota kesepahaman (MoU) antara Bulog dan pihak Malaysia belum serta-merta membuat pengiriman dalam jumlah besar bisa dilakukan. Masih terdapat sejumlah tahapan administratif yang harus diselesaikan.

"Kita menunggu permintaan. Jadi, kita tidak bisa mendorong maksimal, karena kita harus menunggu permintaan.Jadi enggak mungkin langsung 1.000, kapalnya enggak muat," kata Ahmad dikutip, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Bulog Tunggu Permit Malaysia

Ahmad menjelaskan, Bulog masih menantikan kepastian izin atau permit dari pemerintah Malaysia, termasuk Kementerian Pertanian Malaysia dan Bernas yang menjalankan fungsi serupa dengan Bulog di Indonesia.

Untuk tahap awal, sebagian beras akan dikirim melalui jalur darat. Sekitar lima kontainer direncanakan berangkat dari Entikong. Sementara itu, sekitar 950 ton lainnya akan dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Kuching, Malaysia.

"Kayak sampai dengan saat ini kan kita juga nanti menunggu kepastian permit izin dari pemerintah Malaysia yaitu dari Kementerian Pertanian Malaysia maupun dari Bernas-nya BULOG, atau BULOG-nya Malaysia itu namanya Bernas," tuturnya.

Jika seluruh potensi kebutuhan Sarawak sebesar 200.000 ton terealisasi, nilai transaksi perdagangan beras tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,39 triliun.

Meski demikian, Bulog belum memastikan seluruh potensi volume tersebut dapat dikirim selama 2026. Realisasi ekspor akan mengikuti permintaan dari Malaysia serta ketentuan perizinan yang berlaku.

Dengan demikian, meski Indonesia memiliki pasokan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspor, pengiriman tetap harus menyesuaikan mekanisme perdagangan dan persetujuan dari negara tujuan.

Peluang Pasar Lebih Besar

Selain Sarawak, Indonesia juga melihat peluang untuk memperluas ekspor ke wilayah Semenanjung Malaysia.

Berdasarkan komunikasi antarpemerintah, kebutuhan beras Malaysia secara keseluruhan diperkirakan berada di kisaran 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com