Internasional . 16/08/2026, 10:38 WIB

AS Bantah Keras Isu 7 Tentara Tewas Saling Bunuh di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Militer Amerika Serikat (AS) membantah keras laporan yang menyebut tujuh personel Angkatan Laut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk USS Abraham Lincoln yang tengah menjalani misi panjang di kawasan Timur Tengah.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut kabar tersebut sebagai informasi palsu. Bantahan itu muncul setelah media Iran melaporkan adanya bentrokan serius di dalam kapal induk yang telah berada di laut selama lebih dari 260 hari.

Dalam pernyataan di media sosial X, CENTCOM menegaskan tidak ada personel militer yang meninggal akibat perkelahian di kapal tersebut.

"Selama 48 jam terakhir, berbagai media telah melaporkan beberapa klaim palsu terkait penempatan USS Abraham Lincoln (CVN 72) ke Timur Tengah. Satu laporan menuduh tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk dan laporan lain baru-baru ini, menyebutkan adanya peningkatan niat bunuh diri. Laporan-laporan ini SALAH," tulis CENTCOM.

Militer AS juga menyatakan kondisi awak USS Abraham Lincoln tetap tangguh meski menjalani masa pengerahan yang sangat panjang. Kapal tersebut disebut telah menghabiskan lebih dari 260 hari di laut, menjalankan sekitar 10.000 penerbangan dan menggunakan 1,5 juta pon amunisi.

"USS Abraham Lincoln mempertahankan salah satu tingkat perpanjangan masa tugas awak kapal tertinggi (84,4%) di antara semua kapal induk di Angkatan Laut AS. Para pelaut dan marinir dari Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln tetap tangguh dan gigih setelah lebih dari 260 hari di laut, 10.000 penerbangan pesawat, dan 1,5 juta pon amunisi yang digunakan," imbuh militer AS tersebut.

Satu Pelaut Jatuh ke Laut

Meski membantah adanya kematian akibat bentrokan, CENTCOM mengakui terdapat satu pelaut yang jatuh ke laut pada 3 Agustus. Pelaut tersebut berhasil diselamatkan dengan cepat dan dalam kondisi aman.

"Tidak ada anggota militer di atas kapal induk yang meninggal, dan satu pelaut yang jatuh ke laut pada 3 Agustus dengan cepat dan aman telah diselamatkan. Pemberitaan yang salah tentang penempatan bersejarah Abraham Lincoln merugikan para prajurit kita dan orang-orang yang mereka cintai," imbuh CENTCOM.

Sebelumnya, media Iran Tasnim News Agency melaporkan adanya bentrokan di atas USS Abraham Lincoln. Laporan tersebut menyebut insiden bermula ketika seorang penasihat Komandan CENTCOM Brad Cooper datang ke kapal untuk merespons keluhan awak terkait lamanya masa penugasan.

Menurut laporan tersebut, situasi kemudian memanas hingga terjadi perkelahian fisik. Namun, informasi mengenai tujuh personel yang disebut tewas dalam bentrokan itu tidak mendapat konfirmasi dari pihak militer AS.

Kapal Sudah Lebih dari 260 Hari di Laut

Di tengah bantahan soal adanya aksi saling bunuh, kondisi awak USS Abraham Lincoln memang menjadi perhatian karena kapal tersebut telah menjalani pengerahan panjang. Sejumlah laporan menyebut adanya persoalan kesehatan mental, keterbatasan pasokan, masalah sanitasi, hingga minimnya kesempatan awak untuk berlabuh.

Kapal induk tersebut telah berada di laut selama lebih dari 260 hari dan menjalani operasi terkait konflik AS-Iran. Kondisi itu mendorong perhatian dari keluarga personel serta sejumlah anggota parlemen AS.

Presiden AS Donald Trump juga menepis kekhawatiran mengenai kondisi awak USS Abraham Lincoln. Saat ditanya apakah keluarga para personel mengkhawatirkan keadaan di kapal tersebut, Trump menjawab singkat.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com