Internasional . 16/08/2026, 23:00 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Pemerintah Iran secara terbuka mendesak Washington mengakui apa yang disebut Tehran sebagai kekalahan strategis dalam konflik di Timur Tengah sebelum kebuntuan dapat diakhiri.
Salah satu titik paling sensitif dalam perseteruan tersebut adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu pintu utama distribusi energi dunia.
Iran menegaskan bahwa keputusan mengenai pembukaan maupun penutupan jalur tersebut tetap berada di bawah kendali mereka.
Pernyataan keras itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington berencana menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat setelah konflik dengan Iran berakhir.
Pernyataan Trump tersebut dilaporkan disampaikan dalam sebuah acara di New York pada 14 Agustus 2026.
Gharibabadi kemudian merespons melalui media sosial dan menegaskan bahwa Iran tidak akan membuka Selat Hormuz hanya karena mendapat tekanan dari Amerika Serikat.
Menurut laporan kantor berita Iran IRNA, Gharibabadi menyatakan bahwa pembukaan atau penutupan Selat Hormuz hanya akan dilakukan berdasarkan keputusan Iran.
Dalam pernyataannya, Gharibabadi menyampaikan pesan yang sangat keras kepada Trump. Iran meminta Presiden AS tersebut menerima kenyataan yang mereka klaim sebagai kekalahan strategis Amerika dalam konflik yang sedang berlangsung.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Tehran tidak melihat tekanan militer maupun politik Washington sebagai alasan untuk mengubah posisi terkait Selat Hormuz.
Iran justru menjadikan pengakuan atas hasil konflik sebagai salah satu bagian penting dari pesan diplomatiknya kepada Amerika Serikat.
Gharibabadi menegaskan bahwa selama Washington belum menerima kenyataan tersebut, Iran akan terus mempertahankan blokade di kawasan Selat Hormuz.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa perselisihan mengenai Selat Hormuz bukan lagi sekadar persoalan jalur pelayaran. Kawasan tersebut kini telah menjadi salah satu kartu tawar utama dalam negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media