Internasional . 17/08/2026, 21:14 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pernyataan tersebut langsung mendapatkan respons keras dari Tehran.
Bagi Iran, klaim tersebut tidak dapat diterima. Pemerintah Iran menilai Washington tidak memiliki dasar untuk mengambil alih kawasan tersebut.
Perselisihan mengenai Selat Hormuz kemudian menjadi simbol dari pertarungan kepentingan antara Iran dan AS.
Di satu sisi, Washington berusaha mempertahankan pengaruh dan kehadiran militernya di Timur Tengah. Di sisi lain, Tehran ingin mengurangi bahkan mengakhiri keberadaan militer Amerika di sekitar wilayah yang dianggap sangat penting bagi kepentingan nasionalnya. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media