Internasional . 17/08/2026, 21:14 WIB

Makin Tegang! Iran Sayembara Rp534 Juta untuk Tangkap atau Bunuh Tentara AS

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Ia juga menegaskan Iran tidak akan memberikan izin bagi pasukan Amerika untuk kembali memasuki kawasan strategis tersebut.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa persoalan keberadaan militer AS kini menjadi salah satu titik utama perselisihan antara kedua negara.

Amerika Serikat diketahui memiliki personel dan fasilitas militer di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Yordania, dan Qatar.

Keberadaan militer AS di kawasan tersebut selama ini dikaitkan dengan berbagai kepentingan keamanan regional, termasuk perlindungan jalur pelayaran, kerja sama pertahanan, serta menghadapi berbagai ancaman militer.

Namun bagi Iran, keberadaan pasukan AS justru dipandang sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya.

Di tengah ketegangan tersebut, Selat Hormuz menjadi salah satu wilayah yang paling banyak disorot.

Selat yang berada di antara Iran dan Oman itu merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Karena posisinya sangat penting bagi lalu lintas energi dunia, setiap ancaman terhadap keamanan Selat Hormuz berpotensi berdampak jauh melampaui kawasan Timur Tengah.

Iran selama ini berulang kali menegaskan memiliki pengaruh besar terhadap kawasan tersebut. Tehran juga menolak keras apabila Amerika Serikat mencoba mengambil alih atau mengubah status Selat Hormuz.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi bahkan kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan bagian dari Iran dan berada di bawah kendali Tehran.

"Selat Hormuz telah menjadi bagian Iran, adalah bagian Iran, dan akan tetap menjadi bagian Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran," kata Gharibabadi dalam unggahan di X, seperti dikutip Channel News Asia.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa sengketa kedua negara kini tidak hanya berkaitan dengan operasi militer, tetapi juga menyentuh persoalan kendali atas jalur pelayaran yang sangat strategis.

Trump Sebut Ingin Jadikan Selat Hormuz Wilayah AS

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan mengenai masa depan Selat Hormuz.

Trump menyatakan bahwa setelah Amerika Serikat mengalahkan Iran, Washington akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com