Pendidikan . 18/08/2026, 19:17 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Universitas Esa Unggul mendorong penerapan digital parenting yang sehat melalui pemanfaatan permainan edukatif non-digital bagi anak balita. Program tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan di wilayah binaan Posyandu Mawar II, Teluk Pucung, Kota Bekasi.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bagian dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Program tersebut dirancang untuk membantu orang tua menghadapi tantangan penggunaan gawai pada anak usia balita sekaligus menyediakan pilihan aktivitas bermain yang edukatif dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
Berdasarkan observasi awal terhadap 30 ibu yang memiliki anak balita pada Oktober-November 2025, mayoritas responden menyampaikan bahwa anak mereka menggunakan gawai lebih dari dua jam setiap hari. Sementara itu, penerapan batas durasi penggunaan serta pendampingan orang tua masih perlu diperkuat.
Tim pengabdian diketuai Widia Sari, dengan anggota Erna Veronika, Abdurrasyid. Ketiganya memiliki latar belakang keilmuan di bidang keperawatan anak, kesehatan masyarakat, serta keperawatan komunitas dan keluarga.
Edukasi hingga Praktik Membuat Permainan
Rangkaian kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) pada 24 Juni 2026 bersama kader Posyandu dan perwakilan orang tua balita. Diskusi tersebut digunakan untuk menggali pengalaman dan kebutuhan keluarga dalam mengatur penggunaan gawai serta mencari aktivitas alternatif bagi anak.
Selanjutnya, pada 8 Agustus 2026, peserta mendapatkan edukasi mengenai digital parenting sehat, rekomendasi screen time untuk anak balita, serta berbagai pilihan permainan edukatif.
Pelatihan kemudian dilanjutkan pada 15 Agustus 2026 dengan praktik membuat alat permainan edukatif non-digital bersama kader Posyandu dan orang tua. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan langsung pembuatan serta penggunaan media permainan yang dapat diterapkan kembali di rumah.
Sejumlah aktivitas yang diperkenalkan meliputi busy book, storytelling interaktif, sensory play, role play, hingga permainan motorik kasar.
Ketua Tim Pengabdian, Widia Sari, mengatakan tujuan program bukan sekadar membatasi penggunaan gawai pada anak.
“Tujuan kegiatan ini bukan sekadar melarang anak menggunakan gawai. Kami ingin membantu orang tua memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola screen time sekaligus menyediakan alternatif aktivitas yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak," kata Widia dikutip, Selasa, 18 Agustus 2026.
Selain memberikan edukasi, tim pengabdian bersama mahasiswa juga melakukan pemantauan perkembangan terhadap 25 anak balita menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran umum perkembangan anak berdasarkan kelompok usia. Dalam kegiatan ini, KPSP digunakan sebagai instrumen pemantauan dan bukan untuk menetapkan diagnosis klinis.
Didorong Berlanjut di Tingkat Keluarga
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media