Megapolitan . 20/08/2026, 15:43 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai aktivitas industri di kawasan penyangga Ibu Kota, yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), turut berkontribusi terhadap buruknya kualitas udara Jakarta.
Menurut Pramono, persoalan polusi udara di Jakarta tidak bisa ditangani hanya dengan kebijakan yang berlaku di dalam wilayah administrasi DKI. Diperlukan langkah bersama di kawasan aglomerasi karena sumber emisi dapat berasal dari wilayah sekitar.
Ia secara khusus menyoroti masih adanya kawasan yang memperbolehkan industri menggunakan batu bara sebagai sumber energi.
“Persoalan utamanya bagaimana koordinasi di aglomerasi Jakarta ini, terutama bagi daerah-daerah yang masih mengizinkan industrinya menggunakan bahan bakar batu bara,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pramono meyakini pembatasan penggunaan batu bara oleh sektor industri di kawasan Bodetabek dapat memberikan pengaruh besar terhadap perbaikan kualitas udara di Jakarta.
“Kalau itu tidak diizinkan, saya yakin dampaknya akan jauh lebih besar,” ujarnya.
Kebijakan Jakarta Dinilai Belum Cukup
Pemprov DKI Jakarta, kata Pramono, telah menjalankan berbagai kebijakan untuk mengurangi emisi. Upaya tersebut antara lain mendorong penggunaan kendaraan listrik serta meningkatkan kualitas dan pemanfaatan transportasi umum.
Namun, langkah tersebut dinilai belum akan memberikan hasil maksimal apabila sumber polusi dari wilayah sekitar Jakarta tidak ikut ditangani.
“Jadi, apa pun yang dilakukan pemerintah di dalam Jakarta dengan membuat mobil listrik, transportasinya diperbaiki, orang yang dulu naik transportasi pribadi ke transportasi umum, menurut saya belum sepenuhnya akan menyelesaikan,” kata Pramono.
Menurutnya, kualitas udara di kawasan metropolitan tidak mengenal batas wilayah pemerintahan. Karena itu, kebijakan pengendalian emisi perlu disusun secara terintegrasi antara Jakarta dengan daerah-daerah di sekitarnya.
Batu Bara Jadi Perhatian
Pramono menilai penggunaan batu bara pada industri dan pembangkit listrik di kawasan suburban perlu menjadi salah satu topik utama dalam pembahasan penanganan polusi udara Jakarta.
“Kalau di sub-urban area atau daerah yang melingkupi Jakarta ini masih diizinkan untuk industrinya menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara, karena itulah salah satu sumber utamanya,” tuturnya.
Ia mendorong agar pemerintah di kawasan aglomerasi menyatukan langkah dalam mengendalikan sumber emisi, sehingga program peningkatan kualitas udara tidak berjalan sendiri-sendiri.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media