Pengusaha Terkaya di Asia Ini Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup, Gegara Skandal Utang Miliaran Dolar
Hui Ka Yan, yang juga dikenal dengan nama Xu Jiayin, merupakan pengusaha asal Tiongkok yang mendirikan Evergrande pada 1996.
Namun, status sebagai orang terkaya itu tidak bertahan lama. Ketika Evergrande mulai menghadapi tekanan utang, nilai aset dan kekayaan Hui ikut mengalami penurunan tajam.
Kerajaan Evergrande Dibangun Sejak 1996
Hui mendirikan China Evergrande pada 1996, ketika industri properti Tiongkok sedang berkembang pesat.
Evergrande kemudian melakukan ekspansi besar-besaran dengan membangun berbagai proyek perumahan dan mengembangkan bisnis ke sejumlah sektor lainnya.
Baca Juga
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh pembiayaan berbasis utang. Model ekspansi agresif itu membuat Evergrande menjadi salah satu perusahaan properti terbesar di Tiongkok.
Namun, besarnya utang kemudian menjadi masalah ketika pemerintah Tiongkok memperketat aturan pembiayaan bagi perusahaan properti yang memiliki tingkat utang tinggi.
Evergrande Gagal Bayar Utang
Tekanan terhadap Evergrande semakin besar setelah perusahaan tersebut gagal membayar kewajiban utangnya pada 2021.
Total kewajiban perusahaan kemudian mencapai lebih dari US$300 miliar, menjadikan Evergrande salah satu perusahaan dengan beban utang terbesar di dunia.
Baca Juga
Perusahaan akhirnya diperintahkan untuk melakukan likuidasi aset.
Krisis Evergrande juga tidak berhenti pada perusahaan tersebut. Masalah yang terjadi ikut memperburuk kondisi sektor properti Tiongkok yang sebelumnya telah mengalami perlambatan.
Harga rumah di sejumlah wilayah Tiongkok mengalami penurunan signifikan sejak 2021, sementara sektor properti terus menjadi salah satu sumber tekanan terhadap perekonomian negara tersebut.
Lebih dari 50 Orang Turut Dihukum
Perkara Evergrande tidak hanya menyeret Hui Ka Yan.