Pengusaha Terkaya di Asia Ini Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup, Gegara Skandal Utang Miliaran Dolar
Hui Ka Yan, yang juga dikenal dengan nama Xu Jiayin, merupakan pengusaha asal Tiongkok yang mendirikan Evergrande pada 1996.
Dua putranya, Xu Tenghe dan Xu Zhijian, juga dijatuhi hukuman bersama sejumlah eksekutif senior Evergrande serta pihak lain yang berkaitan dengan grup tersebut.
Menurut kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua, para terdakwa terjerat berbagai pelanggaran, termasuk penghimpunan dana masyarakat secara ilegal, penipuan penggalangan dana, dan penyalahgunaan dana.
Secara keseluruhan, lebih dari 50 orang dijatuhi hukuman. Masa hukuman mereka berkisar antara 22 bulan hingga 18 tahun.
Taipan yang Kini Berada di Balik Jeruji
Baca Juga
Foto Hui yang dirilis Pengadilan Shenzhen memperlihatkan perubahan drastis sosok yang dahulu dikenal sebagai salah satu taipan paling berpengaruh di Asia.
Dalam foto tersebut, Hui terlihat mengenakan kemeja biru tua dan berdiri di antara dua petugas berseragam. Ia berada di belakang papan penanda bertuliskan "terdakwa" dalam aksara Mandarin.
Sebelumnya, Hui telah mengakui kesalahannya pada April terkait sejumlah dakwaan, termasuk penghimpunan dana masyarakat secara ilegal, penipuan, dan penyuapan.
Perjalanan Hui Ka Yan menjadi gambaran dramatis tentang bagaimana kekayaan yang dibangun dari ekspansi bisnis properti dapat runtuh ketika perusahaan menghadapi beban utang yang sangat besar.
Dari orang terkaya di Asia dengan kekayaan sekitar US$45,3 miliar pada 2017, Hui kini harus menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah dalam perkara keuangan yang berkaitan dengan runtuhnya Evergrande.
Source: AP