Nasional . 23/08/2026, 18:40 WIB

Kebakaran Taman Nasional Way Kambas Padam, Kemenhut Pastikan Populasi Gajah Sumatra Aman

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Tim gabungan berhasil mengendalikan kobaran api yang sempat melalap kawasan konservasi di Lampung Timur setelah berjuang keras melintasi medan yang menantang. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi bahwa kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas sukses dipadamkan secara total pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Langkah cepat ini memastikan gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus), baik yang hidup di habitat alami maupun yang menghuni Pusat Konservasi Gajah, berada dalam kondisi selamat tanpa terdampak langsung.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, membeberkan kepastian tersebut melalui pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu. Ia menjelaskan bahwa amukan si jago merah di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, resmi padam sepenuhnya pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB.

"Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di wilayah utara taman nasional, jauh dari lokasi kebakaran. Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah juga berada di area yang tidak terdampak," tuturnya.

Kondisi Satwa Liar dan Luas Area Terdampak

Pihak kementerian menegaskan kembali situasi di lapangan pascalangkah penanggulangan tersebut. Dengan demikian, gajah liar maupun gajah di Pusat Konservasi Gajah terpantau aman dan tidak terdampak langsung oleh kejadian tersebut. Meski api sudah tidak berkobar, petugas tetap melanjutkan pemantauan terhadap pergerakan satwa dan kondisi kawasan untuk memastikan perlindungan satwa liar berjalan optimal.

Berdasarkan data kronologi, insiden kebakaran tersebut mulanya terdeteksi sejak Jumat (21/8) di wilayah Resor Kuala Penet. Estimasi awal menunjukkan area yang terdampak mencapai sekitar 673 hektare. Kendati demikian, angka luas lahan ini masih bersifat sementara dan petugas akan memperbaruinya kembali berdasarkan hasil verifikasi faktual di lapangan.

Kolaborasi Ratusan Personel Gabungan di Lapangan

Keberhasilan menjinakkan si jago merah merupakan buah dari sinergi lintas instansi. Proses penanganan kebakaran ini menerjunkan kurang lebih 250 personel gabungan.

Pasukan gabungan tersebut terdiri dari unsur:

  • Balai Taman Nasional Way Kambas
  • Polda Lampung dan Polres Lampung Timur
  • Kodam serta Kodim Lampung Timur
  • Pemerintah Kabupaten Lampung Timur
  • Mitra kerja taman nasional
  • Masyarakat Mitra Polhut
  • Kelompok tani hutan dan pihak koperasi
  • Tim Masyarakat Peduli Api

Aksi pengendalian karhutla di lapangan ini juga mendapat pengawalan ketat secara langsung oleh para pimpinan daerah, di antaranya Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, hingga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur.

Tantangan Lahan Gambut dan Akses Sulit

Dalam prosesnya, Ristianto menuturkan bahwa upaya pemadaman menghadapi tantangan berupa karakteristik lahan gambut, sulitnya akses menuju lokasi, serta sumber air yang berada cukup jauh dari area kebakaran. Kondisi medan yang lumayan ekstrem bahkan memaksa sebagian personel menjangkau titik-titik api dengan cara berjalan kaki.

Setelah kobaran api berhasil dijinakkan, personel gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka bergegas melalukan proses pendinginan (cooling down) dan pemantauan lanjutan guna memastikan tidak terdapat titik api (hotspot) yang kembali muncul. Langkah antispasi ini sangat krusial mengingat karakteristik spesifik lahan gambut yang membutuhkan kewaspadaan ekstra demi mencegah potensi kebakaran berulang.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com