Nasional . 26/08/2026, 10:33 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu melontarkan kritik kepada Presiden Prabowo Subianto terkait usulan penggunaan tepung berbahan singkong atau ubi untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kritik tersebut disampaikan Said Didu melalui akun X miliknya. Ia meminta Prabowo lebih berhati-hati dalam menerima masukan dari staf maupun orang-orang di lingkaran pemerintah.
Said Didu mengaku prihatin setelah menyaksikan video rapat yang membahas penanganan karhutla di Riau. Ia menyoroti adanya usulan penggunaan tepung untuk membantu memadamkan api yang menurutnya tidak masuk akal.
"Saat itu peserta rapat memberikan masukan yang tidak masuk akal bahwa kebakaran dapat dipadamkan pake tepung dan Bapak langsung memuji bahkan langsung minta diproduksi," tulis Said Didu, dikutip pada Rabu 26 Agustus 2026.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan usulan penggunaan tepung singkong. Said Didu justru mengkhawatirkan kualitas masukan yang diterima Presiden dalam berbagai rapat pemerintahan.
"Saya khawatir banyak rapat Bapak yang kualitas masukannya seperti itu sehingga keputusan yang Bapak ambil kurang tepat," lanjutnya.
Said Didu kemudian menyinggung sejumlah kesalahan Prabowo dalam menyampaikan sambutan. Ia mengaitkan hal tersebut dengan perlunya Presiden memperbaiki kualitas informasi dan masukan yang diterima dari orang-orang di sekitarnya.
"Ini terbukti dari seringnya Bapak salah dalam sambutan," tulis Said Didu.
Ia kemudian meminta Prabowo melakukan evaluasi terhadap orang-orang yang memberikan masukan kepadanya. Menurut Said Didu, kualitas masukan dari staf dekat Presiden perlu diperbaiki agar tidak berpengaruh terhadap keputusan pemerintah.
"Mohon perkenan Bapak memperbaiki kualitas masukan dari staf dekat," katanya.
Tak hanya meminta perbaikan kualitas masukan, Said Didu juga mengingatkan Prabowo agar mewaspadai kemungkinan adanya pihak tertentu yang berusaha memengaruhi pemerintahan dari dalam.
"Dan juga berhati-hati siapa tahu sedang terjadi pembusukan dari dalam," tulisnya.
Sebelumnya, dalam rapat penanganan karhutla, Prabowo memang merespons positif usulan inovasi bahan pemadam berbasis tepung ubi atau singkong. Presiden bahkan meminta agar bahan tersebut diproduksi dalam skala besar dan diuji efektivitasnya.
Pemerintah menyebut inovasi tersebut masih perlu melalui proses pengujian untuk memastikan efektivitasnya dalam penanganan karhutla. Prabowo juga mendorong agar berbagai alternatif teknologi pemadaman dikembangkan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media