Nasional . 26/08/2026, 10:30 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Pusat ibu kota bersiap menghadapi gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran pada Rabu, 27 Agustus 2026. Sebanyak tiga elemen kelompok masyarakat dijadwalkan mendatangi kawasan Gedung DPR RI di Jakarta untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Masing-masing aliansi membawa agenda dan misi yang jauh berbeda, mulai dari desakan pemberantasan korupsi, penyataan dukungan terhadap program pemerintah, hingga kritikan tajam terhadap kebijakan nasional.
Kelompok pertama yang mengonfirmasi kehadiran dalam aksi unjuk rasa adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Massa asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tersebut bergerak menuju ibu kota sejak Selasa 26 Agustus 2027 untuk menyuarakan keresahan mereka di pusat pemerintahan.
Koordinator AMPB, Teguh Istianto, menegaskan bahwa kelompoknya membawa dua poin tuntutan utama kepada para legislator di Senayan. Mereka menuntut DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta menerapkan hukuman mati bagi para pelaku tindak pidana korupsi. Sebagian peserta aksi bahkan sudah tiba lebih awal di Jakarta untuk beristirahat sebelum bergabung di titik kumpul utama.
Berbeda dengan aliansi sebelumnya, kelompok Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) datang ke Jakarta dengan misi memberikan dukungan penuh terhadap program strategis pemerintah. Massa yang berasal dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ini fokus mengawal jalannya program prioritas nasional.
Koordinator RMP4, Ali, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mencukupi kebutuhan gizi anak-anak setiap hari. Meskipun memberikan dukungan, kelompok ini tetap menyertakan catatan agar pemerintah memperbaiki tata kelola program MBG agar pelaksanaannya semakin efektif. Guna menyukseskan aksi damai ini, RMP4 menyiapkan sekitar 500 tiket keberangkatan bagi massa dari Madura menuju Jakarta.
Kelompok ketiga yang turut meramaikan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI yaitu Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM). Gabungan dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil ini mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia dan membawa sepuluh poin tuntutan utama, meliputi:
Menuntut pertanggungjawaban politik dan hukum Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas kebijakan yang dinilai memperluas militerisme, melemahkan demokrasi, dan memperbesar ketimpangan ekonomi.
Meminta penghentian serta evaluasi menyeluruh terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama terkait transparansi anggaran dan potensi patronase politik.
Menolak kebijakan pajak yang dianggap membebani masyarakat kecil dan pekerja, serta mendorong penerapan pajak progresif bagi pemilik modal besar.
Menuntut pendidikan dan layanan kesehatan gratis, berkualitas, serta berbasis kepentingan publik dengan menolak komersialisasi kampus maupun pemangkasan anggaran layanan dasar.
Mendesak pemerintah mengendalikan harga kebutuhan pokok serta meningkatkan upah buruh agar lebih layak.
Meminta pemerintah menetapkan bencana di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bencana nasional serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Mendorong perlindungan hukum, upah layak, dan jam kerja manusiawi bagi pekerja rumah tangga.
Menolak perluasan peran militer di ruang sipil serta pembangunan batalyon baru sebagai bagian dari tuntutan demiliterisasi.
Mendesak penghentian kriminalisasi terhadap aktivis dan pembebasan seluruh tahanan politik.
Menuntut penyitaan seluruh aset hasil tindak pidana korupsi untuk dialokasikan bagi sektor pendidikan, kesehatan, dan pemulihan bencana.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media