Nasional . 31/08/2026, 06:57 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id — Perhitungan suara usulan bakal calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 resmi rampung dalam Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama pada Senin, 31 Agustus 2026 dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Panitia selanjutnya membawa nama-nama tersebut ke majelis Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk menjalani proses musyawarah.
Para utusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) menyodorkan deretan nama usulan tersebut. Kendati demikian, panitia hanya mengambil lima nama teratas yang memenuhi syarat formal untuk diteruskan dan dimusyawarahkan di tingkatan AHWA.
Proses pemungutan suara menghasilkan lima tokoh dengan dukungan suara tertinggi:
Di luar posisi lima besar, sejumlah kandidat lain meraup dukungan di urutan berikutnya. Nama-nama tersebut meliputi KH Yusuf Chudori, H Saifullah Yusuf, KH Abdul Ghaffar Rozin, H Gudfan Arif, serta H Kamaruddin Amin.
Ketua pimpinan sidang pemilihan, Prof Ganefri, menegaskan bahwa pimpinan sidang menyerahkan daftar nama usulan peserta Muktamar Ke-35 NU itu kepada AHWA guna melangsungkan musyawarah dalam sidang tertutup.
“Sebelum kami serahkan, nama-nama tersebut akan kami panggil, akan kami apakah memenuhi syarat sesuai pasal 7 atau tidak,” jelasnya.
Sesuai mekanisme tata tertib organisasi, panitia memanggil setiap perwakilan PCNU, PWNU, dan PCINU satu per satu ke hadapan forum untuk mengusulkan lima nama calon ketua umum PBNU sebelum akhirnya menetapkan perolehan suara akhir.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media