Nasional . 31/08/2026, 08:43 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) secara resmi ketuk palu menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.
Sembilan ulama sepuh yang tergabung dalam musyawarah AHWA mengambil keputusan bersejarah tersebut di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026 pagi.
Salah satu anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, membacakan secara langsung keputusan hasil musyawarah mufakat itu di hadapan seluruh peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031,” kata Kiai Anwar saat membacakan berita acara Rapat AHWA.
Kiai Anwar mengungkapkan bahwa para kiai dan ulama menjalankan proses musyawarah secara khidmat serta efektif selama kurun waktu sekitar 40 menit, yakni mulai pukul 06.20 hingga 07.00 WIB.
“Telah dilaksanakan musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi untuk memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031 mulai pukul 06.20 sampai dengan pukul 07.00 waktu Indonesia bagian Barat,” ujarnya.
Seluruh sembilan anggota AHWA menyepakati dan menandatangani berita acara penetapan kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 tersebut. Kesembilan tokoh ulama tersebut yaitu:
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi arena muktamar, tujuh anggota AHWA hadir secara fisik di ruangan, yakni KH Miftachul Akhyar, Tgk Nuruzzahri Yahya, KH Afifuddin Muhadjir, KH Anwar Iskandar, KH Baharuddin HS, KH Abun Bunyamin, dan KH Anwar Manshur.
Sementara itu, dua anggota AHWA lainnya, yaitu KH Nurul Huda Jazuli dan Prof KH Said Aqil Siroj, memberikan mandat via surat pernyataan resmi yang telah ditandatangani untuk diwakilkan melalui delegasi.
Penetapan Ketua Umum PBNU baru ini menjadi salah satu agenda paling krusial dalam rangkaian Muktamar Ke-35 NU. Pasca-pengumuman penetapan nahkoda baru PBNU ini, pimpinan sidang melanjutkan tahapan persidangan menuju agenda pembentukan tim formatur serta penutupan Muktamar Ke-35 NU.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media