Nasional . 01/09/2026, 06:17 WIB

Baru Janji Beberapa Jam, Mentan Amran Langsung Kirim Alsintan untuk Buruh Tani Karawang

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Janji Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada buruh tani di Karawang, Jawa Barat, tidak berhenti sebagai ucapan. Hanya dalam hitungan jam, alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dijanjikan langsung dikirim dan diterima kelompok buruh tani.

Bantuan tersebut berupa combine harvester yang disalurkan kepada buruh tani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Karawang. Alat tersebut akan digunakan untuk membantu kegiatan panen.

"Bantuan berupa combine harvester langsung diberikan untuk mendukung kegiatan panen kelompok buruh tani," kata Mentan di Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.

Tidak hanya memberikan combine harvester, Amran juga memastikan traktor milik kelompok tani yang hilang dicuri pada malam 17 Agustus 2026 akan segera diganti.

Gerak cepat tersebut menjadi bagian dari pola kerja Kementerian Pertanian. Amran ingin setiap persoalan yang ditemukan ketika turun langsung ke lapangan segera mendapatkan tindak lanjut.

Dengan cara itu, keluhan petani tidak sekadar menjadi laporan. Pemerintah berupaya mengubahnya menjadi bantuan yang bisa langsung digunakan untuk menunjang pekerjaan dan meningkatkan pendapatan.

Temukan Buruh Tani Berpenghasilan Rp30 Ribu

Keputusan memberikan bantuan itu bermula ketika Amran melakukan kunjungan kerja ke Karawang pada Senin 31 Agustus 2026.

Dalam perjalanan, ia melihat sejumlah buruh tani sedang bekerja di sawah. Amran kemudian menghentikan kendaraannya dan turun untuk berbicara langsung dengan mereka.

Dari percakapan tersebut, Amran mengetahui sebagian buruh tani tidak memiliki lahan sendiri. Mereka hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh ngarit atau tenaga panen untuk mendapatkan penghasilan.

Masalahnya, pekerjaan yang tersedia tidak banyak. Kondisi tersebut membuat pendapatan mereka sangat kecil.

"Tadi kami di tengah jalan temukan buruh ngarit. Itu dapat hanya Rp30 ribu per hari dan itu dua kali seminggu, maksimal tiga kali seminggu. Saudara-saudara kita itu tidak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian karena tidak punya akses," ujar Amran.

Kondisi itu kemudian membuat Kementerian Pertanian mengubah aturan mengenai penerima bantuan alsintan.

Buruh tani yang tidak memiliki sawah kini bisa mendapatkan akses bantuan alat dan mesin pertanian. Pemerintah berharap fasilitas tersebut bisa digunakan untuk membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com