Politik . 01/09/2026, 19:45 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Memperingati 81 tahun perjalanan DPR Republik Indonesia, Ketua DPR Puan Maharani menegaskan komitmen parlemen untuk terus berbenah dan mendengarkan suara masyarakat. Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Khusus Hari Ulang Tahun Ke-81 DPR Republik Indonesia, Selasa, Puan mengatakan DPR terbuka terhadap masukan dan kritik publik.
DPR, kata Puan, menyadari masih terdapat banyak ruang untuk berbenah dan meningkatkan kualitas pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, serta diplomasi parlemen.
“Kritik tidak semestinya dipandang sebagai jarak antara rakyat dan DPR, melainkan sebagai bagian dari hubungan demokratis yang menjaga DPR RI tetap dekat dengan aspirasi dan kenyataan hidup rakyat,” ucapnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa.
Dia menegaskan, DPR akan menjadikan setiap kritik dan masukan publik sebagai pendorong untuk memperbaiki diri dan bertransformasi secara lebih baik dalam memenuhi harapan rakyat. Menurut Puan, keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian dari upaya parlemen memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Dalam pidatonya itu, Puan menyebut kinerja DPR tidak cukup dinilai dari banyaknya undang-undang yang dibentuk, jumlah rapat yang dilaksanakan, ataupun besar anggaran negara yang dibahas dan disetujui. Menurut dia, berbagai aktivitas tersebut belum menjadi ukuran utama apabila hasilnya belum memberikan dampak yang dirasakan masyarakat.
Menurut dia, ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh seluruh kerja tersebut menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat, memperbaiki kualitas kehidupan rakyat, dan kemajuan pembangunan di berbagai bidang. Karena itu, DPR perlu melihat hasil kerja parlemen dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kinerja DPR RI sebagai wakil rakyat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak yang dikerjakan, tetapi seberapa berarti hasil kerja DPR RI bagi kehidupan rakyat,” tuturnya.
Bagi Puan, 81 tahun perjalanan DPR merupakan momentum memperkuat pengabdian, berbenah diri, memperkuat kepercayaan rakyat, dan terus menyempurnakan demokrasi Indonesia. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi DPR untuk mengevaluasi perjalanan lembaga serta memperkuat komitmennya kepada masyarakat.
Dia menggambarkan usia tersebut sebagai bentangan waktu yang berisikan perjuangan serta ruang bagi bangsa Indonesia berdinamika dan berdialektika agar kedaulatan rakyat dapat diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perjalanan tersebut, menurut Puan, menjadi bagian dari dinamika bangsa dalam menjalankan kehidupan demokrasi.
Kedaulatan, Puan menekankan, tidak diletakkan pada kehendak perseorangan atau kekuasaan semata, melainkan pada rakyat. Karena itu, hubungan antara lembaga perwakilan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan kedaulatan rakyat.
Ia pun meyakini kepercayaan rakyat tumbuh dari konsistensi antara aspirasi yang didengar, kebijakan yang diambil, dan manfaat yang dapat dirasakan oleh rakyat. Dengan demikian, kepercayaan publik tidak hanya bergantung pada apa yang disampaikan, tetapi juga pada hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat.
“Marilah kita, DPR RI, pada usia yang ke-81 tahun ini terus mawas diri dan kita kerja bersama menjadikan DPR RI yang membawa perubahan nyata bagi kehidupan rakyat. 81 tahun DPR RI bukanlah tentang sudah seberapa jauh DPR RI berjalan, tetapi tentang sudah seberapa dekat perjalanan kita dengan rakyat,” ujarnya di hadapan legislator.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media