Internasional . 01/09/2026, 22:11 WIB

Pezeshkian Berterima Kasih kepada Putin: Rusia Berdiri Bersama Iran!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas sikap Moskow selama perang di Timur Tengah. Pezeshkian menyampaikan terima kasih tersebut dalam pertemuan pertama dengan Putin sejak konflik pecah.

Moskow telah mempererat hubungan militer dan ekonomi secara signifikan dengan Iran sejak meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Hubungan kedua negara pun menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan Pezeshkian dan Putin di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Kirgistan.

Pezeshkian Apresiasi Sikap Rusia

Dalam pertemuan tersebut, Pezeshkian menyampaikan penghargaan atas sikap Rusia dalam berbagai situasi yang dihadapi Iran, baik ketika perang berlangsung maupun saat Teheran menghadapi sanksi dari Amerika Serikat.

"Kami menghargai dan berterima kasih atas sikap Anda di setiap tahapan, baik saat pertempuran dan tindakan agresi berlangsung maupun dalam situasi normal—saat Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada kami—baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun di forum internasional," ujar Pezeshkian kepada Putin dalam pertemuan di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Kirgistan.

Pezeshkian kemudian menilai sikap tersebut menunjukkan kuatnya hubungan antara Iran dan Rusia. "Hal ini menunjukkan bahwa hubungan kita adalah hubungan strategis; bukan sekadar hubungan biasa," tambahnya.

Pernyataan sebelumnya dari pihak kepresidenan Iran menyebutkan bahwa kedua presiden "meninjau hubungan bilateral" dan "membahas cara-cara untuk memperkuat serta memperluas kerja sama di berbagai bidang."

Putin Tegaskan Solidaritas dengan Iran

Dalam kesempatan yang sama, Putin menyatakan Moskow berdiri dalam solidaritas bersama rakyat Iran dalam memperjuangkan kepentingan mereka. Ia juga menegaskan Rusia dan Iran akan tetap menjaga hubungan ekonomi serta perdagangan di tengah situasi militer dan politik saat ini.

Pezeshkian dan Putin terakhir kali bertemu dalam sebuah KTT di Turkmenistan pada Desember 2025. Pertemuan di Kirgistan menjadi pertemuan pertama keduanya sejak perang antara Iran dan Amerika Serikat pecah.

Sebelumnya, hubungan militer dan ekonomi Rusia-Iran telah berkembang secara signifikan. Moskow mempererat hubungan tersebut sejak meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina.

Konflik Iran-AS dan Peran Rusia

Perang antara Iran dan Amerika Serikat meletus pada 28 Februari akibat serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat tinggi militer. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan di berbagai wilayah seiring meluasnya konflik tersebut.

Sejak saat itu, Teheran memblokade Selat Hormuz—jalur vital pasokan energi global—sementara Washington menerapkan blokade tandingan melalui angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Gencatan senjata pada 8 April mengakhiri pertempuran paling sengit, namun serangan sporadis—terutama di dekat Selat Hormuz—telah meredupkan harapan akan tercapainya kesepakatan damai permanen. AS baru-baru ini beralih pada kampanye yang mereka sebut sebagai upaya "melumpuhkan ekonomi" Iran.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com