Nasional . 02/09/2026, 21:30 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru terus mendapat penanganan dari petugas gabungan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) bersama tim gabungan mengerahkan helikopter untuk melakukan pemadaman melalui jalur udara dengan metode water bombing.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, helikopter PK-DAP milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didatangkan dari Lampung mulai menjalankan operasi pemadaman di kawasan bagian Barat Pos 1 Pendakian. Lokasi tersebut tepatnya berada di tebing Punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.
"Hingga pukul 12. 00 WIB, helikopter berkapasitas bucket 1.000 liter ini telah berhasil melakukan water bombing di lokasi tersebut sebanyak 21 kali dengan curahan air sebanyak 21.000 liter," katanya, Rabu, 2 September 2026.
Gatot menjelaskan petugas masih menemukan dua titik api yang menyala di kawasan Gunung Semeru. Kedua lokasi tersebut berada di sekitar Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29.
Kondisi medan di kedua titik tersebut menjadi salah satu tantangan bagi petugas karena lokasinya sangat curam dan sulit dijangkau melalui jalur darat. Karena itu, tim gabungan memanfaatkan operasi udara untuk membantu mengatasi kebakaran di kawasan tersebut.
Selain medan yang sulit, kondisi angin juga menjadi kendala dalam proses pemadaman. Angin kencang dapat membuat api lebih cepat menjalar sekaligus mengganggu operasi helikopter ketika menjatuhkan air dari udara.
"Kendala di lokasi adalah angin yang kencang. Selain membuat api cepat menjalar, operasi water bombing juga terkendala, akibat hempasan angin," ujarnya.
BPBD Jatim tidak hanya mengandalkan operasi udara untuk menangani karhutla Semeru. Tim gabungan juga terus melakukan pemadaman melalui jalur darat untuk mengendalikan api di sejumlah kawasan terdampak.
Kalaksa Gatot Soebroto menjelaskan tim darat melakukan pemadaman secara manual. Petugas juga membuat sekat bakar untuk memutus jalur perambatan api sehingga kobaran tidak meluas dan mendekati rumah penduduk.
Upaya tersebut berjalan bersamaan dengan operasi water bombing menggunakan helikopter BNPB. Kombinasi penanganan dari udara dan darat dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Berdasarkan data Pusdalop BPBD Jatim, kebakaran di kawasan Gunung Semeru telah berdampak pada lahan sekitar 600 hektare. Data tersebut tercatat sejak kebakaran mulai terjadi pada 26 Agustus 2026 hingga saat ini.
Luas area terdampak tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan api, baik melalui pemadaman manual dari darat maupun water bombing dari udara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media