Ekonomi . 04/09/2026, 15:22 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mempertegas komitmen dalam merealisasikan target swasembada pangan nasional demi menopang laju pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, pencapaian kemandirian pangan sangat krusial untuk menjamin kepastian iklim usaha, terutama saat Indonesia menghadapai tantangan bencana alam seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatra.
"Permasalahan ini serius ya, jadi tidak boleh kita tanggapi dengan enteng," ujar Hanif kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 4 Septemer 2026.
Sebagai perwujudan langkah konkret, kata dia, Kemenko Pangan telah menghitung ulang ketahanan pasokan pada berbagai komoditas yang terimbas bencana. Konsolidasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan guna memetakan kendala teknis di lapangan secara mendalam demi menghasilkan kebijakan penanganan yang tepat sasaran.
"Kita sudah akan rapat dengan semua Kementerian dan Lembaga untuk memintakan detail permasalahan lapangan, sehingga kita bisa merumuskan langkah-langkah tertepatnya," tegas Hanif.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan daya tahan lingkungan sebagai bentuk evaluasi berkesinambungan atas bencana yang terjadi.
"Kita tidak boleh menganggap kebakaran itu takdir. Kita wajib membangun ketahanan ekosistem kita, tentu harus menjadikannya pembelajaran baik kepada kita semua kita," tambahnya.
Pada kesempatan serupa, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan kesiapan dunia usaha dalam mengawal ketercukupan pangan nasional melalui efisiensi dan kelancaran alur distribusi.
"Karena kalau rantai pasok terganggu, maka pasti akan terjadi inflasi tinggi, hingga perkonomian pasti goyah," ucap Anindya.
Untuk mengantisipasi potensi gejolak ekonomi, Kadin bersama para pelaku usaha regional berkomitmen mempertahankan stabilitas ketersediaan pasokan serta memperkokoh ekosistem pangan dari hulu ke hilir.
"Kita dari Kadin dan juga teman-teman di daerah terus bertahan, dan mencari jalan untuk memastikan bahwa ekosistemnya tetap dapat terhitung," tutup Anindya.
Bianca Khairunnisa/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media