Politik . 07/09/2026, 14:21 WIB

Presiden Prabowo Gelar Ratas, Bahas Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Karhutla

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak di sejumlah provinsi dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai daerah menjadi bahasan dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo, Senin, 7 September 2026 di Istana Merdeka, Jakarta.

Rapat terbatas itu diikuti sejumlah menteri dan pimpinan Lembaga. Informasi yang dihimpun dari sumber Istana, rapat terbatas itu akan disiarkan secara terbuka.

Sebelumnya, terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi selama akhir pekan lalu, Presiden Prabowo telah mengeluarkan imbauan untuk masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda.

Kepala Negara meminta masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Presiden juga meminta masyarakat mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan serta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.

"Saudara-saudara kita yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan, dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan patuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," kata Presiden Prabowo dalam siaran resminya di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Pantau Perkembangan Aktivitas GAK

Sebagai bentuk antisipasi, Prabowo menyatakan, pemerintah terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas GAK dan menerima laporan serta informasi terkini dari jajaran terkait.

Presiden juga telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memantau perkembangan situasi.

Perkembangan per Senin siang, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam, tetapi aktivitas vulkanik masih terus dipantau karena tingkat kegempaan masih tinggi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com