Politik . 08/09/2026, 22:12 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Program Magang Nasional Batch 2 perlu memastikan fresh graduate tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki jalan menuju pekerjaan yang layak.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menilai pemerintah perlu menjadikan program tersebut sebagai jembatan nyata dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.
Menurut Netty, program yang pemerintah jalankan melalui Kementerian Ketenagakerjaan tersebut relevan untuk menjawab kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
Namun, ia menegaskan keberhasilan program tidak cukup jika hanya melihat jumlah peserta yang mengikuti magang.
“Magang memang penting untuk memberikan pengalaman kerja kepada fresh graduate. Tetapi tujuan akhirnya bukan sekadar mendapatkan pengalaman. Yang lebih penting adalah apakah pengalaman tersebut benar-benar meningkatkan kompetensi dan membuka jalan menuju pekerjaan yang layak,” ujar Netty, Rabu, 2 September 2026.
Netty mengatakan pemerintah perlu memastikan peserta memperoleh pengalaman yang sesuai dengan kompetensi selama mengikuti program. Selain itu, peserta juga membutuhkan pendampingan dan pembelajaran yang benar-benar memberikan manfaat selama menjalani masa magang.
Ia mengingatkan agar program Magang Nasional tidak berubah menjadi cara untuk mendapatkan tenaga kerja bagi pekerjaan rutin tanpa memberikan peningkatan kompetensi kepada peserta. Karena itu, pengalaman yang peserta dapatkan selama magang harus memiliki keterkaitan dengan kemampuan yang mereka miliki.
“Jangan sampai kita hanya menyelesaikan persoalan ‘belum punya pengalaman kerja’, tetapi setelah magang selesai mereka kembali menghadapi persoalan yang sama, yaitu sulit mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Atas dasar itu, Netty mendorong pemerintah melakukan evaluasi yang lebih luas terhadap Magang Nasional. Evaluasi tidak hanya menghitung jumlah peserta yang diterima dan menyelesaikan program, tetapi juga melihat hasil yang peserta dapatkan setelah masa magang berakhir.
“Ukuran keberhasilan program harus sampai pada outcome. Berapa yang setelah magang diterima bekerja? Apakah pekerjaannya sesuai kompetensi? Dan apakah mereka mampu bertahan dalam pekerjaan tersebut?” jelasnya.
Selain hasil program, Netty menilai pemerintah juga perlu memperhatikan perlindungan bagi peserta Magang Nasional. Peserta harus memperoleh lingkungan kerja yang aman, jam kerja yang wajar, pendampingan, serta mekanisme pengaduan ketika menghadapi persoalan selama mengikuti program.
Menurut Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas tersebut, fresh graduate tidak cukup diposisikan hanya sebagai penerima manfaat program. Mereka juga sedang memasuki dunia kerja sehingga membutuhkan pengalaman sekaligus perlindungan dan kepastian mengenai arah setelah program selesai.
“Fresh graduate jangan hanya dilihat sebagai penerima manfaat program, tetapi juga sebagai generasi pekerja yang sedang memasuki dunia kerja. Mereka membutuhkan pengalaman, tetapi juga membutuhkan perlindungan dan kepastian arah setelah program selesai,” tegas Netty.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media