Nasional . 09/09/2026, 20:13 WIB

Besok Pagi, Operasi Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Diperluas ke Sisi Utara

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Tim SAR gabungan akan memperluas pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak saat berada di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Operasi pencarian akan kembali berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, dengan menyesuaikan area penyisiran berdasarkan kondisi arus, ombak, dan arah angin.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan evaluasi sementara menunjukkan sektor selatan perairan hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau sudah tercakup dalam pencarian.

Karena itu, tim akan mengubah strategi pada pencarian hari berikutnya dengan mempertimbangkan pergerakan arus, pergeseran ombak, serta arah angin. Tim tetap akan menjaga fokus pencarian di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

"Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu. Dan tetap di dekat area Gunung Krakatau," jelasnya, Jumat, 9 September 2026.

Operasi lanjutan dijadwalkan mulai pukul 07.00 WIB. Tim mempertimbangkan kondisi cuaca karena keadaan perairan cenderung lebih landai pada pagi hari.

Tujuh SRU dan Sembilan Alut Dikerahkan

Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan tujuh SAR Unit (SRU) dari lima sektor. Sebanyak sembilan alat utama (alut) juga bergerak untuk menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

"Posisi Anak Krakatau sudah dikelilingi. Kalau kita tarik dengan radius, itu kurang lebih sampai dengan 15 sampai 20 nautical mile dari Anak Krakatau," paparnya.

Al Amrad merinci pembagian sembilan alut ke sejumlah sektor pencarian strategis. Unsur RIB 02 Kantor SAR Banten melakukan penyisiran di sekitar tenggara Krakatau dengan jarak kurang lebih 67 nautical mile.

Dua unit RIB Lampung kemudian menyisir wilayah Pulau Sebuku, Pulau Lagundi, Sebukut, hingga bagian utara Krakatau. Sementara itu, kapal berukuran besar seperti KN SAR Tetuka dan KL Anyar menjalankan pencarian di sektor barat laut Gunung Anak Krakatau serta Teluk Semangka.

"Penyisiran serupa juga dilakukan oleh KP Sanjaya di sektor Tenggara Gunung Anak Krakatau, serta KRI Leuser dan KRI Lepu yang masing-masing bergerak di sisi timur dan barat daya Gunung Anak Krakatau sambil mencari posisi aman untuk lego jangkar," ungkapnya.

Cuaca Jadi Tantangan, Drone Ikut Dikerahkan

Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah tantangan akibat kondisi cuaca. Gelombang laut terpantau bervariasi karena posisi masing-masing alat utama tidak berada di titik yang sama dan turut dipengaruhi arus.

Selain faktor cuaca dan arus, tim juga harus memperhitungkan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus aktif. Meski menghadapi kondisi tersebut, situasi di lapangan tidak menyurutkan upaya tim SAR gabungan untuk melanjutkan pencarian.

Petugas memetakan titik penempatan setiap alut secara cermat. Tim juga menempatkan unsur RIB yang memiliki ukuran paling kecil di wilayah yang sudah diperhitungkan tingkat keamanannya.

"Selain penyisiran permukaan laut, KN SAR Tetuka juga sempat menerbangkan drone di sekitar Pulau Sebuku guna memaksimalkan pencarian visual, meski harus dibatasi demi faktor keselamatan," kata dia.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com