Politik . 09/09/2026, 17:30 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Juru Bicara (Jubir) Partai Gerindra, Bahtra Banong menegaskan, pemerintah masih berfokus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah. Dampak asap dari kebakaran tersebut bahkan dirasakan hingga ke negara tetangga, termasuk Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahtra saat merespons informasi mengenai dugaan Malaysia dan Brunei Darussalam yang membawa persoalan dampak asap karhutla Indonesia ke ASEAN.
"Ya kalau kami sih, Partai Gerindra, karena memang kita lagi bencana ya. Konsen pemerintah tentu terus melakukan penanganan terhadap karhutla yang terjadi di mana-mana," kata Bahtra, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Bahtra, Presiden Prabowo Subianto turut memantau dan mengoordinasikan penanganan karhutla secara langsung di lokasi terdampak. Koordinasi juga dilakukan secara virtual untuk memastikan upaya penanganan berjalan di berbagai wilayah.
Pemerintah, lanjut dia, juga memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah. Perhatian khusus diberikan kepada daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi.
"Presiden kan turun langsung, baik itu melakukan rapat-rapat koordinasi secara langsung di area karhutla, begitupun melalui Zoom. Dan pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pemda-pemda, juga termasuk pemda-pemda yang memang kategori yang dianggap rawan terjadi karhutla," ujarnya.
Mengenai negara-negara tetangga yang ikut terdampak asap, Bahtra menyebut pemerintah tetap mengedepankan hubungan diplomatik yang baik. Ia mengatakan Indonesia selama ini memiliki hubungan yang positif dengan Malaysia, Singapura, serta negara-negara lain di kawasan.
Menurutnya, persoalan karhutla dan asap lintas batas tidak mengubah komitmen pemerintah untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga.
"Ya tentu kan dengan semua negara-negara tetangga, kita dengan Malaysia, dengan Singapura ataupun yang lain sebagainya kan hubungan kita kan secara baik ya dengan negara-negara tetangga," ungkapnya.
"Jadi kalau soal hubungan tentu Presiden terus membangun hubungan yang baik dengan negara-negara tetangga," lanjut Bahtra.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media