Megapolitan . 11/09/2026, 18:43 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan prevalensi stunting di Ibu Kota dapat ditekan hingga 14 persen dalam dua tahun mendatang.
Target tersebut akan didorong melalui penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat, salah satunya dengan mengoptimalkan Posyandu. Transformasi layanan melalui program Smart Posyandu juga terus diperluas dan saat ini telah mencakup sekitar 70 persen Posyandu di Jakarta.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Pemberian Apresiasi Kader dalam Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat, 11 September 2026.
"Angka stunting di Jakarta yang saat ini sekitar 17 persen dapat ditekan menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan," kata Pramono.
Menurut Pramono, keberadaan Posyandu menjadi salah satu elemen penting dalam menekan angka stunting. Kader memiliki peran langsung dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, memberikan edukasi mengenai gizi, memastikan imunisasi, hingga mendampingi keluarga.
Ia meminta Dinas Kesehatan bersama para kader terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan stunting di seluruh wilayah Jakarta.
Pramono menilai kader memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain persoalan stunting, kader juga berperan mendorong pola hidup bersih dan sehat, mengingatkan jadwal imunisasi, menyampaikan informasi mengenai gizi, serta mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas peran penting kader dalam membangun masyarakat Jakarta yang lebih sehat,” katanya.
Ia juga menilai kontribusi Posyandu turut terlihat dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat lingkungan. Salah satu capaian yang disebutnya adalah berkurangnya jumlah RW kumuh di Jakarta, dari sebelumnya 445 RW menjadi 211 RW.
“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Salah satu faktornya adalah peran Posyandu terutama untuk kesehatan anak dan ibu,” ujarnya.
Pramono berharap kegiatan Jambore Kader Posyandu tidak hanya menjadi kompetisi antarkader. Menurutnya, kegiatan tersebut harus dimanfaatkan sebagai sarana bertukar pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik yang nantinya dapat diterapkan di berbagai wilayah Jakarta.
“Kader kuat, Posyandu aktif, tenaga kesehatan responsif, pemerintah hadir, dan masyarakat bergerak bersama. Itulah yang menjadikan Jakarta tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sehat, tangguh, dan berkualitas manusianya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono Anung menuturkan bahwa peningkatan kemampuan kader menjadi bagian penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga penggerak yang membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat,” ujar Hani.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan, penerapan Smart Posyandu kini telah mencapai 3.148 dari total 4.469 Posyandu di Jakarta atau sekitar 70,44 persen.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media