Ekonomi . 14/09/2026, 11:11 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Dari Indonesia, penerimaan pajak diperkirakan mencapai Rp1.409,1 triliun hingga Agustus 2026. Realisasi tersebut baru mencakup 59,8 persen dari target APBN 2026, meskipun pertumbuhannya mencapai 24,1 persen year on year (yoy).
Dengan capaian tersebut, pemerintah masih harus mengejar sekitar 40,2 persen dari target penerimaan pajak dalam empat bulan terakhir. Pengamat CITA menilai target tersebut terlalu tinggi karena pemerintah membutuhkan tambahan sekitar Rp440 triliun dibandingkan realisasi 2025.
Potensi shortfall penerimaan pajak juga diperkirakan mencapai Rp80–140 triliun apabila restitusi pajak yang tertahan masih berlanjut.
“Kondisi ini berpotensi menekan arus kas dunia usaha dan menghambat aktivitas ekonomi serta penciptaan lapangan kerja,” ujar Liza.
Tekanan juga terlihat dari memburuknya ekspektasi pelaku usaha terhadap kondisi makroekonomi pada kuartal III-2026. Hal tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) yang turun menjadi 28 dari 37 pada kuartal sebelumnya dan masuk zona pesimistis.
"Pelaku usaha memperkirakan pertumbuhan ekonomi lebih moderat setelah berakhirnya faktor musiman seperti Ramadhan, Idul Fitri dan libur sekolah," ujar Liza.
Menurut Liza, potensi pelemahan kurs rupiah dan kenaikan inflasi juga menjadi sumber tekanan. Faktor tersebut berkaitan dengan tingginya harga energi global, penyesuaian harga BBM nonsubsidi, depresiasi rupiah, serta risiko El Nino terhadap harga pangan.
“Kondisi tersebut meningkatkan potensi kenaikan BI-Rate secara pre-emptive untuk menjaga stabilitas Rupiah dan ekspektasi inflasi, sementara aktivitas manufaktur masuk ke zona kontraksi dengan PMI turun menjadi 49 pada Agustus 2026,” ujar Liza.
Pergerakan bursa global memberikan gambaran yang beragam. Bursa Eropa kompak menguat pada penutupan Jumat (11/09), dengan Euro Stoxx 50 naik 0,90 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,39 persen, DAX Jerman naik 0,80 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,78 persen.
Wall Street AS juga ditutup menguat pada Jumat (11/09). S&P 500 naik 0,86 persen ke level 7.656,98, Nasdaq Composite menguat 0,96 persen ke 26.333,04, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,98 persen ke 52.573,29.
Sementara itu, perdagangan bursa saham regional Asia pada Senin pagi bergerak beragam. Nikkei melemah 0,85 persen ke 63.465,00, Shanghai menguat 0,05 persen ke 3.886,25, Kospi turun 2,21 persen ke 6.757,46, Hang Seng melemah 0,35 persen ke 24.719,00, sedangkan Straits Times menguat 0,29 persen ke 5.522,98.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media