Megapolitan . 17/09/2026, 15:16 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan rencana penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi Rp10 ribu masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Pramono menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai kenaikan tarif tersebut. Saat ini, tiket masuk Ragunan dikenakan Rp4.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp3.000 bagi anak-anak.
Ia menjelaskan, usulan penyesuaian harga tiket menjadi Rp10 ribu memang telah masuk dalam pembahasan Pemprov DKI. Menurut Pramono, tarif Ragunan saat ini relatif murah jika dibandingkan dengan kebun binatang yang berada di sejumlah ibu kota negara lain.
“Soal Ragunan, memang sudah masuk usulan naik menjadi Rp10.000. Ragunan ini kebun binatang yang ada di ibu kota di dunia itu paling rendah,” kata Pramono di kantor PMI DKI Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Meski demikian, Pramono mengatakan dirinya masih mempertimbangkan besaran tarif yang nantinya tidak memberatkan masyarakat. Keputusan mengenai angka final tarif masuk Ragunan akan ditetapkan dan diumumkan setelah pembahasan selesai.
“Sehingga kami mempertimbangkan untuk penyesuaian tetapi belum diputuskan, saya segera akan memutuskan. Bahwa angkanya sebenarnya berapa? Nanti agar kalau sudah diputuskan akan diumumkan,” ujarnya.
Pramono juga menjelaskan bahwa wacana kenaikan harga tiket tidak hanya datang dari pihak pengelola Ragunan. Menurutnya, terdapat pula masukan dari masyarakat yang menilai tarif saat ini terlalu rendah jika dibandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk mengelola kawasan tersebut.
“Tetapi intinya adalah permintaan untuk kenaikan itu bukan hanya dari pengelola Ragunan, dari masyarakat sendiri meminta untuk itu karena harganya terlalu murah,” jelasnya.
Ia menyebut biaya pemeliharaan satwa dan tumbuhan di kawasan Ragunan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemprov DKI dalam mengevaluasi tarif masuk.
“Sementara perawatan untuk hewan, fauna, flora, dan sebagainya juga cukup tinggi,” kata Pramono.
Selain biaya pemeliharaan, Pramono mengatakan jumlah pengunjung Ragunan juga meningkat cukup signifikan setelah kawasan tersebut mulai dibuka pada Sabtu malam untuk masyarakat.
“Apalagi sekarang ini orang yang datang ke Ragunan memang mengalami peningkatan yang luar biasa setelah hari Sabtu malam kita buka untuk masyarakat,” pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media