Nasional . 20/09/2026, 06:42 WIB

BGN DIY Tegur SPPG Bantul yang Olok-olok Korban Keracunan MBG

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyayangkan dugaan pernyataan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga menjadi korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara.

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menegaskan bahwa setiap kejadian yang melibatkan penerima manfaat MBG harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, sikap empati dan kemanusiaan perlu dikedepankan ketika merespons masyarakat yang tengah menghadapi persoalan.

"Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas, dan saling menghormati," kata Wirandita dalam keterangannya, Sabtu 19 September 2026.

Ia mengatakan, peristiwa yang dialami penerima manfaat MBG di Karo semestinya menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran SPPG di berbagai daerah.

Wirandita menegaskan, kejadian yang berkaitan dengan penerima manfaat tidak seharusnya dijadikan bahan candaan maupun olok-olokan. Ia juga meminta seluruh pihak berhati-hati menyampaikan komentar agar tidak menambah beban masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.

Di sisi lain, Wirandita menekankan bahwa penanganan setiap dugaan keracunan MBG harus dilakukan berdasarkan fakta. Ia mengingatkan agar pernyataan yang disampaikan tidak justru memperbesar persoalan.

"Kita harus bisa membedakan antara memberikan klarifikasi, memberikan pendapat dan memberikan penilaian terhadap suatu kejadian. Jangan sampai karena ingin memberikan komentar, justru muncul pernyataan yang tidak sensitif dan kemudian memperbesar persoalan," ujar Wirandita.

Menurut Wirandita, etika komunikasi juga harus diterapkan oleh seluruh pegawai SPPG, termasuk ketika menggunakan media sosial.

"Kami mengajak seluruh jajaran untuk saling menghormati. Ketika ada saudara kita, penerima manfaat, atau masyarakat yang diduga terdampak suatu kejadian, respons pertama kita seharusnya adalah empati, bukan menghakimi. Jadikan setiap kejadian sebagai pembelajaran untuk memperbaiki pelayanan dan memperkuat pencegahan," ucap Wirandita.

Ia menambahkan, cara berkomunikasi dengan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan program MBG. Karena itu, kualitas pelayanan tidak hanya berkaitan dengan makanan yang diberikan, tetapi juga bagaimana penerima manfaat diperlakukan.

"Kita bekerja untuk masyarakat. Karena itu, mari jaga bukan hanya kualitas makanan yang kita berikan, tetapi juga cara kita memperlakukan dan berkomunikasi dengan masyarakat. Sensitif terhadap keadaan, empati terhadap yang terdampak, dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita," sambung Wirandita.

Terkait dugaan pernyataan tersebut, Wirandita menyebut pegawai SPPG yang menempati posisi sebagai pengawas keuangan telah menjalani klarifikasi dengan pihak BGN.

BGN juga telah mengambil langkah dengan memberikan teguran kepada pegawai yang bersangkutan dan SPPG tempatnya bertugas.

"Yang bersangkutan sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan. Betul (sudah ditindaklanjuti), dari kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan," pungkas Wirandita. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com