Viral . 20/09/2026, 08:48 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Media sosial dihebohkan dengan tindakan tidak terpuji seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pegawai yang bertugas sebagai pengawas keuangan tersebut kedapatan mengolok-olok para korban dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi insiden tersebut, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, bergerak cepat dengan memberikan sanksi tegas. Pihaknya langsung melayangkan teguran keras kepada pihak SPPG serta oknum pegawai yang bersangkutan pada Sabtu (19/8/2026).
Gagat menegaskan bahwa setiap insiden yang berkaitan dengan keamanan pangan dan berdampak langsung kepada masyarakat harus disikapi secara serius, menjunjung tinggi empati, serta mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak,” ujar Gagat. Ia menambahkan bahwa dalam situasi krisis, seluruh jajaran wajib mengedepankan kepekaan sosial dan rasa saling menghormati, alih-alih menjadikan musibah orang lain sebagai bahan candaan di ruang publik.
Imbauan Etika Komunikasi dan Penguatan SOP
BGN juga mengingatkan seluruh elemen pelaksana program mulai dari tingkat korwil, korcam, kepala SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan, hingga seluruh personel lapangan—agar senantiasa menjaga etika komunikasi, termasuk dalam bermedia sosial. Setiap pernyataan publik dinilai memegang peranan krusial dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap integritas Program MBG.
Selain itu, Gagat meminta jajarannya untuk senantiasa berpegang pada fakta serta menghindari asumsi dini sebelum proses investigasi rampung. Penggunaan istilah yang tepat seperti “dugaan” atau “informasi awal” dinilai penting agar tidak memperkeruh suasana.
“Ketika ada saudara kita, penerima manfaat, atau masyarakat yang diduga terdampak suatu kejadian, respons pertama kita seharusnya adalah empati, bukan menghakimi,” pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media