Nasional . 20/09/2026, 21:36 WIB

Hotspot Karhutla Tembus 1.323 Titik, Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Sebanyak 1.323 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) terdeteksi secara nasional hingga Sabtu (19/9) pukul 23.59 WIB.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 tersebut menunjukkan kenaikan 777 titik dibandingkan 546 titik pada Jumat (18/9).

Di tengah peningkatan titik panas tersebut, pemerintah terus mengerahkan kekuatan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut sebanyak 64 pesawat dan 54.394 personel telah dikerahkan serta tersebar di lokasi terdampak.

"Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla," kata Seskab Teddy Indra Wijaya dalam unggahan resmi dikutip dari Jakarta, Minggu, 20 September 2026.

64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing

Sejak bulan Agustus, pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Jumlah tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sembilan pesawat TNI yang terus bergerak melakukan water bombing.

"Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas," ujar Seskab menambahkan.

Selain dukungan udara, sebanyak 54.394 personel gabungan juga terus bergerak di lapangan. Mereka terdiri dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.

Sebaran personel tersebut mencakup 14.759 orang yang terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di Kalbar, 14.382 personel di Riau dan Kepulauan Riau, 11.026 personel di Sumatera Selatan, 5.984 personel di Jambi, 4.686 personel di Kalimantan Tengah dan 3.557 personel di Kalimantan Selatan.

Kondisi Gambut Jadi Tantangan

Teddy memastikan operasi darat hingga udara dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.

Seskab menjelaskan bahwa luas wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Meski demikian, pemerintah terus berupaya tanpa henti untuk menangani hal tersebut.

"Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara," jelasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com