Nasional . 22/09/2026, 21:39 WIB

Puluhan Pelajar di Kendari Keracunan MBG, Kepala SPPG Akui Ada Kelalaian Penanganan Bahan Baku

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Sebanyak 1.040 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) disiapkan SPPG Watubangga Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat, 18 September 2026. Setelah pelaksanaan program tersebut, sebanyak 57 pelajar mengalami keluhan gangguan kesehatan.

Menyikapi kondisi ini, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga, Sabdi Rasyid, mengakui adanya kelalaian dalam penanganan bahan baku makanan.

Sabdi di Kendari, Selasa, 22 September 2026 menyampaikan permintaan maaf kepada para pelajar, orang tua, dan pihak pondok pesantren atas kejadian tersebut.

"Saya selaku Kepala SPPG Watubangga menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya khususnya kepada siswa MTs Al-Aksar, orang tua siswa, pimpinan pondok, serta pihak yang merasa khawatir dengan persoalan ini," katanya.

Menurut dia, kejadian yang dialami 57 pelajar tersebut bukan persoalan ringan karena menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima manfaat program MBG.

Penanganan Ikan Tuna Dievaluasi

Pada Jumat (18/9), SPPG Watubangga menyiapkan menu berupa nasi putih, tuna balado, tumis kol dan wortel, orek tahu, serta buah kelengkeng. Bahan pangan untuk menu tersebut sudah diterima sehari sebelumnya, Kamis (17/9), sekitar pukul 15.53 WITA, termasuk ikan tuna sebanyak 256 kilogram.

"Semua bahan pangan yang kami terima diperiksa dan dalam kondisi aman, ikan tuna disimpan dalam gabus berisi es batu," ujarnya.

Sabdi menjelaskan bahan pangan kemudian ditimbang dan mulai dipotong sekitar pukul 16.30 WITA sesuai arahan pengawas gizi. Proses pemotongan ikan selesai sekitar pukul 21.30 WITA, lalu ikan dimarinasi, dibungkus dengan plastik, dan dimasukkan ke dalam lemari pembeku (freezer).

Pengolahan makanan pada hari itu dibagi menjadi empat kelompok produksi (batch). Kelompok pertama mulai memasak pukul 02.57 WITA dan menyelesaikan prosesnya pada pukul 04.19 WITA.

Sementara itu, makanan untuk pelajar MTs dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Aksar masuk dalam kelompok produksi ketiga dan keempat yang dimasak pada siang hari.

Sabdi mengatakan penanganan bahan pangan semestinya mengikuti prosedur Badan Gizi Nasional (BGN). Prosedur tersebut mencakup penjagaan rantai dingin bahan pangan serta penerapan prinsip bahan yang pertama masuk digunakan terlebih dahulu (first in, first out/FIFO).

Namun, evaluasi internal SPPG menemukan adanya kelalaian dalam penanganan bahan baku ikan setelah diterima.

"Dari analisa kami dalam proses itu ada kelalaian pada saat penerimaan bahan baku itu, di mana dari gabus kami pindah ke wadah cuma dibaluri es batu saja," ungkapnya.

Pengawasan SOP Jadi Perhatian

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com