Nasional . 30/09/2026, 09:15 WIB

Ternyata Ini 6 Pemicu Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi, Temuan KNKT Bikin Kaget

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

Kondisi tersebut berdampak pada akurasi informasi dan perintah yang diberikan PPKP Timur kepada KA 4B.

Akibatnya, masinis KA 4B tidak memiliki informasi yang cukup untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan situasi saat itu.

5. Aspek Sinyal Pembantu UB104 tidak teridentifikasi

Faktor kelima berkaitan dengan pemahaman masinis dan asisten masinis KA 4B terhadap sistem persinyalan.

Setelah melewati Sinyal Keluar J12 Stasiun Bekasi yang menunjukkan aspek hijau, pemahaman bahwa sinyal berikutnya masih mengizinkan perjalanan turut memengaruhi fokus perhatian awak KA 4B.

Terlebih, KA 4B tidak memiliki jadwal berhenti hingga Stasiun Cirebon. Kondisi tersebut membuat perhatian masinis dan asistennya cenderung tertuju pada informasi yang mendukung pemahaman bahwa perjalanan dapat terus dilakukan.

Akibatnya, aspek yang ditampilkan Sinyal Pembantu UB104 berpotensi tidak menjadi pusat perhatian.

Situasi tersebut semakin dipengaruhi berkurangnya visibilitas Sinyal Pembantu UB104 pada malam hari serta adanya light scattering pada windshield lokomotif.

Kombinasi faktor tersebut menurunkan efektivitas sinyal pembantu dalam memperpanjang jarak pandang terhadap Sinyal Blok B104.

KNKT menilai kondisi tersebut berpotensi menurunkan situational awareness masinis dan asisten masinis terhadap posisi serta aspek sinyal.

6. Tidak ada prosedur pengereman darurat saat kecepatan tinggi di tikungan

Faktor terakhir berkaitan dengan keputusan pengereman ketika KA 4B menghadapi Sinyal Blok B104 yang menunjukkan aspek merah.

Saat itu, KA 4B berada di jalan rel lengkung. Berdasarkan pemahaman masinis, pengereman darurat pada kecepatan tinggi ketika rangkaian masih berada di jalur lengkung berpotensi menyebabkan jackknife derailment atau rangkaian terguling.

Karena itu, ketika melihat aspek merah Sinyal Blok B104, masinis memilih melakukan full service brake terlebih dahulu. Emergency brake baru dilakukan setelah KA 4B keluar dari lengkung.

Investigasi KNKT menemukan masinis KA 4B belum pernah mendapatkan pelatihan terkait skenario kondisi yang membutuhkan pengereman darurat, termasuk pola atau taktik pengereman darurat.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com