Politik

Kursi Panas Wapres! Skenario Gibran Lengser Mulai Disorot, 2 Nama Ini Berpotensi Dampingi Prabowo

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, turut membahas kemungkinan yang dapat terjadi apabila suatu saat posisi Gibran sebagai wakil presiden berubah akibat proses hukum.

Kursi Panas Wapres! Skenario Gibran Lengser Mulai Disorot, 2 Nama Ini Berpotensi Dampingi Prabowo
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

Namun, ia memperkirakan Presiden Prabowo akan berusaha menjaga stabilitas politik dengan memilih figur yang berasal dari lingkaran koalisi sendiri, bukan dari luar kelompok pendukung pemerintah.

"Cuma kalau soal gejolak internal tentu bisa di-manage oleh Pak Prabowo. Saya kira Pak Prabowo enggak akan mencari (wapres) dari luar," kata Ray dalam dialog tersebut.

Pandangan itu didasarkan pada pertimbangan hubungan politik antarkekuatan pendukung pemerintah. Posisi wakil presiden bukan hanya jabatan konstitusional, tetapi juga dapat berkaitan dengan keseimbangan kepentingan partai-partai yang bekerja sama dalam pemerintahan.

Meski begitu, skenario pergantian wakil presiden tidak bisa dilepaskan dari ketentuan konstitusi dan mekanisme hukum yang berlaku.

Analisis politik mengenai siapa yang berpotensi menggantikan Gibran tidak berarti pergantian tersebut sudah diputuskan atau sedang berlangsung.

Salah satu nama yang disebut Ray adalah Bahlil Lahadalia. Ketua Umum Partai Golkar tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena memimpin salah satu partai politik besar yang mendukung pemerintahan Prabowo.

Bahlil juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia pernah memimpin lembaga yang menangani investasi dan menjabat sebagai Menteri Investasi.

Bahlil lahir pada 7 Agustus 1976 dan memiliki pengalaman di dunia usaha maupun organisasi politik.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015–2019 sebelum kemudian meniti karier di pemerintahan.

Pada Agustus 2024, Bahlil terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto.

Posisi tersebut membuatnya memiliki peran penting dalam menentukan arah politik partai, termasuk dalam hubungan dengan pemerintahan Prabowo.

Ray menilai jabatan Bahlil sebagai ketua umum Golkar dapat menjadi salah satu faktor yang membuat namanya diperhitungkan dalam skenario politik tersebut.

"Saya sudah berulang kali mengatakan setidaknya nama Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Golkar mungkin yang paling kuat," ungkap Ray.

Walaupun demikian, penyebutan Bahlil dalam analisis Ray tidak dapat diartikan sebagai sinyal resmi bahwa dirinya akan menjadi wakil presiden.

Hingga ada keputusan dan proses konstitusional yang jelas, posisinya tetap sebagai Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.

Berita Terkait