Internasional . 16/10/2026, 22:59 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Klaim mengenai sumber kebakaran lahan di Indonesia menjadi perhatian pemerintah Malaysia di tengah pembahasan kabut asap yang berdampak pada masyarakat negara tersebut. Pemerintah Malaysia menyatakan sebagian besar aktivitas pembakaran yang terpantau di Indonesia terjadi di luar konsesi perkebunan sawit milik perusahaan Malaysia.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara pemerintah Malaysia sekaligus Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil dalam konferensi pers di Putrajaya, Malaysia, Jumat, 16 Oktober 2026.
Ia mengatakan, informasi tersebut berasal dari Menteri Perladangan dan Komoditas Malaysia Noraini Ahmad yang menyampaikannya dalam rapat kabinet.
“Kabinet membahas isu kabut asap yang berdampak pada rakyat Malaysia. Menteri Perladangan dan Komoditas Malaysia Noraini Ahmad telah menginformasikan pemeriksaan kembali perusahaan-perusahaan Malaysia yang mempunyai konsesi sawit, dan menunjukkan bahwa kebanyakan dari apa yang telah disaksikan, aktivitas pembakaran itu terjadi di luar konsesi sawit milik perusahaan Malaysia,” kata Fahmi.
Fahmi juga menyampaikan bahwa rapat kabinet membahas kondisi di Kalimantan yang secara umum belum memperoleh curah hujan yang memadai.
Di wilayah tersebut, terdapat satu perusahaan Malaysia, Genting Plantations, yang lahannya turut mengalami kebakaran. Namun, menurut Fahmi, api tidak berasal dari dalam lahan perusahaan, melainkan merambat dari area di luar perkebunan.
“Namun, apinya telah dipadamkan dan ukuran ladang itu adalah 5 hektare. Api tidak terjadi dari dalam, tetapi merambat dari luar,” jelasnya.
Pemerintah Malaysia akan terus menjalin kontak dan dialog dengan perusahaan-perusahaan sawit Malaysia yang beroperasi di Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari pembahasan terkait kebakaran lahan dan kabut asap.
Selain itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan menggelar rapat kabinet khusus pada Senin pekan depan untuk membahas persoalan kabut asap. Hasil pertemuan tersebut akan disampaikan pada kesempatan berikutnya.
Fahmi mengatakan tawaran bantuan Malaysia kepada Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih memerlukan penyelarasan. Menurut dia, meluasnya kebakaran membuat bentuk bantuan yang sebelumnya ditawarkan perlu ditinjau kembali agar tepat sasaran.
“Masalahnya, kebakaran telah meluas cukup jauh, sehingga bentuk bantuan dan aset apa pun yang telah kita tawarkan sejak sekitar sebulan lalu mungkin perlu dievaluasi kembali guna memastikan bantuan tersebut mencapai tujuannya,” kata dia.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai tindak lanjut bantuan tersebut masih berlangsung. Hingga saat ini, belum ada informasi terperinci mengenai aset yang akan dikirimkan Malaysia ke Indonesia.
“Oleh karena itu, diskusi, tindak lanjut, akan dilakukan. Namun, sejauh ini belum ada informasi terperinci atau spesifik mengenai aset apa yang akan dikirimkan, sehingga pembahasan masih terus berlangsung,” tambahnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media