Politik . 19/10/2026, 20:18 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Hasil survei nasional Poltracking Indonesia menunjukkan Partai Gerindra memperoleh elektabilitas tertinggi dengan angka 22,9 persen. Namun, masih ada 24,2 persen responden yang belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban ketika ditanya mengenai partai politik yang mereka pilih.
Survei yang berlangsung pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 itu menempatkan PDI Perjuangan (PDIP) di urutan kedua dengan elektabilitas 13,4 persen. Sementara itu, Partai Golkar berada di posisi berikutnya dengan perolehan 9,1 persen.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid menjelaskan, hasil tersebut menggambarkan preferensi politik responden selama periode pengumpulan data.
“Gerindra tertinggi, kemudian disusul PDI Perjuangan (PDIP),” kata Hanta dalam pemaparan hasil survei yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
Di bawah tiga partai dengan elektabilitas tertinggi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mencatat angka 7,1 persen. Berikutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh 5,8 persen, sedangkan Partai Demokrat mengantongi elektabilitas sebesar 5,4 persen.
Partai NasDem berada di posisi selanjutnya dengan perolehan 3,9 persen. Kemudian, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencatat elektabilitas 2,9 persen, disusul Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 2,2 persen.
Adapun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperoleh elektabilitas 1,6 persen. Sementara itu, partai-partai politik lainnya masing-masing mencatat angka di bawah satu persen.
Meski Gerindra memimpin perolehan elektabilitas dalam survei tersebut, jumlah responden yang belum menyatakan pilihan masih cukup besar. Sebanyak 24,2 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak memberikan jawaban mengenai partai politik pilihan mereka.
Angka tersebut tercatat dalam survei yang sama dengan pengukuran elektabilitas masing-masing partai. Hasilnya menggambarkan preferensi responden pada periode pengumpulan data, bukan kepastian pilihan politik untuk masa mendatang.
Poltracking Indonesia menggelar survei nasional pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang telah memiliki hak pilih. Responden merupakan warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Untuk menentukan responden, Poltracking menggunakan metode multistage random sampling. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Tim survei mengumpulkan data melalui wawancara tatap muka. Proses ini melibatkan pewawancara terlatih yang menggunakan aplikasi untuk membantu pelaksanaan wawancara.
Dalam pelaksanaannya, setiap pewawancara mewawancarai 10 responden pada setiap desa atau kelurahan yang terpilih sebagai lokasi sampel. Metode tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan data untuk survei nasional Poltracking Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media