Dampak Karhutla: 70.239 Balita Terserang ISPA, Puan Minta Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Anak
Sebanyak 70.239 balita terserang ISPA akibat Karhutla. Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat perlindungan dan pemulihan kesehatan anak.
“Maka dalam menghadapi dampak Karhutla, kita perlu memastikan penanganannya dilakukan dengan sungguh-sungguh serta memastikan anak tetap memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang dengan baik,” lanjut Puan.
Pemerintah Diminta Dengarkan Keluarga dan Perkuat Pemulihan Kesehatan
Selain memperkuat perlindungan kesehatan, Puan mendorong pemerintah melibatkan pengalaman keluarga terdampak sebagai bahan evaluasi penanganan Karhutla. Ia menilai, orang tua dapat memberikan gambaran langsung mengenai kesulitan yang mereka hadapi ketika melindungi anak, mencari pertolongan, dan mempertahankan penghidupan.
Masukan dari keluarga tersebut, lanjut Puan, perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Pengalaman tersebut perlu digunakan untuk menentukan dukungan yang lebih sesuai dengan keadaan masyarakat,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Baca Juga
Puan juga meminta pemerintah menyampaikan informasi secara jelas mengenai kondisi anak-anak yang terdampak Karhutla dan upaya pemulihan yang tersedia. Informasi tersebut perlu membantu keluarga memahami keadaan serta mengetahui pilihan pertolongan yang dapat mereka akses.
“Informasi harus membantu keluarga memahami keadaan serta pilihan pertolongan, dengan tetap menjaga harapan dan menghindari kesimpulan tentang masa depan anak yang belum didukung pemeriksaan,” ujar Puan.
Lebih lanjut, mantan Menko PMK tersebut meminta pemerintah melakukan intervensi kesehatan untuk membantu anak-anak yang mengalami krisis kesehatan akibat Karhutla. Ketersediaan peralatan medis yang memadai bagi masyarakat terdampak juga menjadi hal yang ia tekankan.
“Penyediaan peralatan medis yang memadai bagi masyarakat terdampak Karhutla adalah sebuah keniscayaan,” tukas Puan.