Nasional . 22/10/2026, 23:46 WIB

MUI Tetap Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Segera Bersikap

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga tersebut tetap menolak rencana penampilan penyanyi tenor asal Italia itu di kompleks Candi Borobudur dan JIExpo Kemayoran, Jakarta, serta meminta pemerintah segera menentukan sikap agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim menyampaikan penolakan itu setelah mengikuti pertemuan bersama sejumlah organisasi dan tokoh lintas agama di Gedung MUI, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas rencana konser sekaligus menampung pandangan berbagai pihak.

“(MUI) sudah jelas menolak. Nah, nanti kalau memang pemerintah tetap (mengizinkan), ya, itu urusan pemerintah,” ujar Sudarnoto.

Ia berharap pemerintah mempertimbangkan berbagai fakta terkait profil Andrea Bocelli sebelum mengambil keputusan. Menurut Sudarnoto, pemerintah perlu segera menentukan sikap agar ketidakpastian mengenai penyelenggaraan konser tidak memicu gejolak.

MUI Soroti Riwayat Konser Andrea Bocelli Terkait Israel

Sudarnoto menjelaskan bahwa salah satu alasan penolakan MUI berkaitan dengan sejumlah konser Andrea Bocelli yang dinilainya memiliki hubungan kuat dengan simpati dan dukungan terhadap Israel. Ia mencontohkan penampilan Bocelli dalam konser The Friends of Israel Defence Force (FIDF) di Los Angeles pada 2010.

Selain itu, Bocelli pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022 yang disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Penampilan tersebut berlangsung meskipun para aktivis pro-Palestina menyerukan boikot.

Sudarnoto juga menyinggung keterkaitan konser FIDF dengan penggalangan dana bagi militer Israel. Ia menyampaikan pandangannya berdasarkan data yang diperoleh MUI.

“Dan IDF kita tahu reputasinya adalah pembunuh terbesar dalam sejarah abad 20 dan abad 21. Andre Bocelli dalam catatan data-data yang kami peroleh itu tidak menolak untuk hadir menggali dana (bagi IDF),” kata Sudarnoto.

Tokoh Lintas Agama Berbeda Pandangan soal Konser

Dalam pertemuan di Gedung MUI, Sudarnoto mengatakan para tokoh lintas agama menyampaikan pandangan yang tidak sepenuhnya sama. Sebagian menolak konser Andrea Bocelli, sedangkan pihak lain mendukung agar penyanyi tersebut tetap tampil di Indonesia.

Dukungan itu antara lain didasarkan pada potensi ekonomi dan pariwisata yang dapat diperoleh dari penyelenggaraan konser. Sudarnoto menyebut Walubi sebagai salah satu pihak yang secara jelas menyampaikan dukungan terhadap rencana penampilan Bocelli.

“Nah tentu saja tadi sejumlah pembicara baik dari Islam maupun non-Islam sudah menyampaikan dan ada perspektif-perspektif yang memang berbeda tapi itu wajar saja,” kata dia.

“Seperti yang jelas sekali menyampaikan dukungan agar Bocelli tetap tampil digelar ya dari Walubi. Kita mengertilah mengapa dia mendukung, alasan-alasannya tadi sudah disampaikan. Ada soal Borobudur, ada soal macam-macam yah,” ujar Sudarnoto menambahkan.

Meski memahami adanya pertimbangan ekonomi dan pariwisata, MUI menilai potensi tersebut tidak sebanding dengan apa yang telah terjadi di Palestina. Sudarnoto juga mengaitkan sikap tersebut dengan kedaulatan negara sesuai amanat Undang-Undang Dasar RI.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com