Nasional . 23/10/2026, 23:08 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur dengan menambah dukungan armada udara. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman kebakaran yang melanda sejumlah kawasan gunung, mulai dari Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pemerintah pusat menyiapkan tambahan armada untuk mendukung operasi pemadaman yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, dan berbagai unsur terkait.
BNPB akan mengirimkan satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan menuju Malang. Selain itu, satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Kalimantan Barat juga dikerahkan guna membantu penanganan karhutla di wilayah tersebut.
"Kita harapkan dengan tambahan alutsista ini, kita bisa dengan cepat dan kebakaran pun tidak membara atau meluas," ujar Kristomei, Jumat, 23 Oktober 2026.
Tambahan armada dari pemerintah pusat tersebut melengkapi upaya penanganan yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik melalui pemadaman dari udara maupun pengerahan personel di darat.
Ratusan Penerbangan Water Bombing Dikerahkan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat pesawat water bombing telah melakukan 462 kali penerbangan untuk membantu memadamkan titik-titik api di sejumlah kawasan terdampak.
Operasi pemadaman juga didukung teknologi drone water spray berkapasitas 100 liter. Perangkat ini dimanfaatkan untuk menjangkau wilayah dengan medan terjal, termasuk tebing curam yang sulit diakses petugas pemadam melalui jalur darat.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, luas wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi petugas gabungan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, selama masa siaga darurat tercatat 184 kejadian karhutla yang tersebar di 26 kabupaten/kota. Total lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare.
Dari luas tersebut, sekitar 77,05 persen berada di kawasan hutan konservasi. Kondisi ini membuat penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan ekosistem dan kawasan hutan yang terdampak.
Pengawasan dan Penegakan Hukum Diperkuat
Selain kondisi cuaca ekstrem, kemunculan titik api secara bersamaan di sejumlah kawasan gunung turut menjadi perhatian pemerintah. Aktivitas manusia, baik yang dilakukan dengan sengaja maupun akibat kelalaian, menjadi salah satu faktor yang perlu ditelusuri dalam penyelidikan penyebab kebakaran.
Karena itu, penanganan karhutla juga disertai penguatan pengawasan dan penegakan hukum. Aparat bersama satuan tugas gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah akan meningkatkan pengawasan untuk mencegah kebakaran baru serta menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mengurangi risiko berulangnya kebakaran di kawasan hutan dan gunung.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media