Nasional . 23/10/2026, 16:32 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 2.775 penerbangan domestik berjadwal terdampak sejak 11 Agustus hingga 21 Oktober 2026, sementara 40 penerbangan lainnya telah dibatalkan untuk periode 22–25 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus memantau kondisi penerbangan di tengah menurunnya jarak pandang akibat asap. Berdasarkan data per 21 Oktober 2026, jumlah penerbangan terdampak bertambah 171 penerbangan dibandingkan laporan per 19 Oktober 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan, 1.544 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 25 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain, enam penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base atau RTB), dan 30 penerbangan dimajukan jadwalnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa setiap penyesuaian operasional dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.
“Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” ujar Lukman dalam keterangannya, Jumat, 23 Oktoer 2026.
Kabut asap meluas ke sejumlah wilayah
Dampak kabut asap kini tidak hanya dirasakan di Kalimantan dan Sumatera, tetapi juga menjangkau Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, hingga Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah bandar udara yang terdampak antara lain Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio di Pontianak, Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Sultan Babullah di Ternate, Pattimura di Ambon, Mozes Kilangin di Timika, Rendani di Manokwari, H. Hasan Aroeboesman di Ende, Sultan Thaha di Jambi, serta Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.
Penurunan jarak pandang di sekitar bandar udara dapat menghambat proses lepas landas dan pendaratan, serta pergerakan pesawat di area operasional. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan, pengalihan rute, hingga pembatalan penerbangan.
Untuk penerbangan internasional, Kemenhub mencatat 14 penerbangan dibatalkan akibat kabut asap. Sebanyak 12 penerbangan pada rute Singapura–Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12–23 September 2026 karena kondisi di Bandar Udara Supadio.
Sementara itu, dua penerbangan pada rute Singapura–Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 akibat kabut asap di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Di luar dampak karhutla, sebanyak 26 penerbangan domestik juga dibatalkan karena sejumlah faktor lain, termasuk abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta kegiatan perawatan dan gangguan teknis pesawat.
Prosedur keselamatan dan layanan penumpang diperkuat
Untuk menjaga keselamatan operasional, Ditjen Perhubungan Udara meminta pengelola bandar udara di wilayah terdampak meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah yang dilakukan mencakup penerapan Low Visibility Procedures (LVP), yakni prosedur operasional ketika jarak pandang rendah, dengan melibatkan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pengelola bandar udara juga diminta menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) untuk menyampaikan informasi penting terkait operasional penerbangan, sekaligus meningkatkan kesiagaan di sisi udara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media