Nasional . 25/10/2026, 21:36 WIB

Program MBG Tuai Ketidakpuasan, Survei IPO Catat 52 Persen Responden Kecewa

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Mayoritas responden dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyatakan tidak puas terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 52 persen responden memberikan penilaian negatif terhadap program tersebut, meskipun tingkat pengenalan masyarakat terhadap MBG tergolong tinggi.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menyampaikan temuan itu dalam survei bertajuk Refleksi Dua Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih, Minggu, 25 Oktober 2026. Menurut Dedi, banyaknya masyarakat yang mengetahui program MBG belum sejalan dengan tingkat kepuasan penerima manfaat maupun masyarakat secara umum.

Data IPO mencatat 39 persen responden mengetahui program MBG meski bukan penerima manfaat. Sementara itu, 24 persen responden mengaku mengetahui sekaligus menerima program tersebut, sedangkan sekitar 2 persen menyatakan tidak mengetahui keberadaan MBG.

Penilaian terhadap pelaksanaan program itu menunjukkan hasil berbeda. Selain 52 persen responden yang tidak puas, sebanyak 12 persen menyatakan puas dan 9 persen lainnya merasa sangat puas terhadap MBG.

IPO Catat Ketidakpuasan terhadap Kondisi Ekonomi

Dedi menilai hasil survei mengenai MBG perlu dibaca bersama dengan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Dalam pengukuran tersebut, IPO mencatat tingkat ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi masyarakat sebesar 41 persen, yang terdiri dari 37 persen responden tidak puas dan 4 persen sangat tidak puas.

Temuan tersebut juga menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja para pembantu presiden di kabinet. Dedi menyoroti adanya perbedaan antara penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan penilaian terhadap para menteri.

"Kondisi ekonomi yang dianggap tidak baik ternyata tidak linier dengan penilaian terhadap menteri. Ini bisa jadi adanya faktor kepercayaan publik pada menteri berkaitan," kata Dedi.

Ia menilai perbedaan persepsi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa kebijakan ekonomi pemerintah belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

Survei IPO Libatkan 1.200 Responden

IPO melaksanakan survei tersebut secara nasional menggunakan metode Multi Stage Random Sampling. Pengumpulan data melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak dan bertingkat hingga tingkat rukun tetangga (RT).

IPO menyebut survei itu memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden merupakan warga berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, serta bukan berasal dari keluarga yang masih aktif sebagai anggota TNI maupun Polri.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com