Politik . 25/10/2026, 20:53 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan preferensi terhadap Partai Amanat Nasional (PAN) mencapai 5,8 persen dalam simulasi pemilihan anggota DPR RI. Pada survei yang sama, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mencatat tingkat pengenalan publik sebesar 46 persen dalam kategori menteri serta pejabat tinggi bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Temuan tersebut tercantum dalam survei bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih. IPO melaksanakan survei pada 12-20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Bagi PAN, kedua angka tersebut menggambarkan posisi partai dalam preferensi politik responden sekaligus jangkauan pengenalan terhadap figur utamanya. Keberadaan Zulkifli Hasan di pemerintahan juga memberikan ruang bagi PAN untuk hadir dalam pembicaraan mengenai kebijakan strategis, terutama sektor pangan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai posisi figur dan partai merupakan dua unsur penting dalam dinamika politik.
"PAN memiliki modal politik yang bisa terus dikembangkan. Zulkifli Hasan merupakan figur yang dikenal publik dan memiliki posisi strategis di pemerintahan. Kondisi ini memberi ruang bagi PAN untuk semakin mempertegas perannya dalam percakapan politik nasional, terutama melalui agenda-agenda yang dekat dengan kebutuhan masyarakat," ujar Dedi, Minggu, 25 Okotober 2026.
Angka pengenalan publik terhadap Zulkifli Hasan sebesar 46 persen menunjukkan jangkauan pengenalan namanya dalam kelompok responden dan kategori yang diteliti IPO. Hasil tersebut menempatkan figur ketua umum PAN itu sebagai salah satu unsur yang turut membentuk gambaran publik mengenai partai.
Sebagai Ketua Umum PAN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulhas berada di antara kepemimpinan partai dan agenda pemerintahan. Posisi tersebut menjadi ruang bagi PAN untuk memperkenalkan kontribusi politiknya dalam mendukung kebijakan nasional.
Dalam dinamika politik, figur yang menempati posisi strategis dapat menjadi penghubung antara partai dan agenda pemerintahan. Melalui figur tersebut, masyarakat dapat mengenali arah kebijakan, prioritas program, serta peran partai dalam proses pengambilan keputusan di tingkat nasional.
Dedi menyebut keberadaan kader di pemerintahan sebagai salah satu ruang bagi partai untuk memperkuat keterlibatan dalam agenda nasional.
"Ketika kader partai berada di posisi strategis pemerintahan, ada kesempatan untuk menunjukkan kontribusi politik secara lebih luas. PAN memiliki ruang untuk mengartikulasikan agenda partainya melalui isu-isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat. Di sinilah peran figur dan partai dapat saling menguatkan dalam membangun pengenalan publik," tuturnya.
Sementara itu, preferensi terhadap PAN sebesar 5,8 persen dalam simulasi pemilihan anggota DPR RI menjadi gambaran dukungan responden ketika survei berlangsung. Angka tersebut memberikan potret posisi PAN dalam peta preferensi partai politik berdasarkan penelitian IPO.
Temuan ini juga menggambarkan ruang bagi PAN untuk memperkuat pengenalan terhadap partai, memperluas komunikasi dengan masyarakat, serta menegaskan agenda yang ingin diperjuangkan di tengah dinamika politik nasional.
Dedi menilai perpaduan antara kepemimpinan partai, agenda politik, dan keterlibatan kader dalam pemerintahan menjadi bagian dari dinamika yang membentuk persepsi masyarakat terhadap partai.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media