Internasional

Mengerikan! Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyampaikan duka cita atas tragedi tersebut. Ia menyebut seluruh masyarakat Spanyol tengah berduka dan berjanji akan memastikan penyebab kecelakaan diusut hingga tuntas.

Mengerikan! Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang
Tabrakan Kereta Cepat

fin.co..id - Kecelakaan maut yang melibatkan dua kereta penumpang di Spanyol menewaskan sedikitnya 68 orang pada Rabu. Kereta cepat milik perusahaan Renfe menabrak kereta Iryo yang sedang berhenti, menyebabkan sejumlah gerbong hancur dan beberapa lainnya terlempar dari rel.

Tim penyelamat masih menyisir bangkai gerbong untuk mencari kemungkinan korban tambahan. Tragedi ini menjadi kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa sejak insiden anjloknya kereta di Santiago de Compostela, Spanyol, pada 2013 yang menewaskan 80 orang.

Dikutip dari Reuters, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat di wilayah Castilla-La Mancha, kawasan pedesaan di selatan Madrid. Tabrakan tersebut menyebabkan dua gerbong kereta Iryo keluar dari rel.

Perwakilan pemerintah regional menyebut kereta Iryo mengangkut 147 penumpang, sedangkan kereta Renfe membawa 397 orang saat insiden terjadi.

Dalam pernyataannya, Renfe menjelaskan bahwa keretanya melanjutkan perjalanan setelah mendapat izin, sebelum akhirnya bertabrakan dengan kereta Iryo yang masih berhenti karena alasan yang belum diketahui.

"Kereta Renfe melanjutkan perjalanan sesuai instruksi yang diberikan, dan tabrakan pun terjadi. Urutan kejadian secara tepat, kondisi lalu lintas kereta, serta keadaan saat benturan harus ditentukan melalui penyelidikan," demikian pernyataan Renfe.

Kondisi di lokasi kecelakaan dilaporkan memprihatinkan. Ambulans, kendaraan layanan pemakaman, dan helikopter dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. Puing-puing logam berserakan di sekitar lokasi, sementara sedikitnya tiga gerbong terlempar ke lereng di sisi jalur kereta yang berada di ketinggian.

Kepala pemerintahan regional Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page, mengonfirmasi jumlah korban meninggal mencapai 68 orang. Petugas masih mencari korban lain ketika malam mulai tiba dan belum dapat memastikan apakah masih ada korban yang terjebak di dalam gerbong.

Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan sebanyak 80 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 15 orang berada dalam kondisi sangat serius.

Seorang penumpang berusia 62 tahun bernama Salvador Arriza menceritakan kepanikan saat kecelakaan terjadi. Ia berada dekat pintu, sementara penumpang lain berusaha memecahkan jendela untuk menyelamatkan diri.

"Saya berada sangat dekat dengan pintu, tetapi penumpang lain memecahkan jendela agar bisa keluar. Beberapa orang bahkan hampir tidak bisa bergerak karena terjebak di antara kursi," kata Arriza.

Penumpang lainnya, Rafael Barcelo, mengaku beruntung karena sempat meninggalkan tempat duduknya untuk mengambil kopi. Ia mengatakan benturan terasa sangat kuat hingga membuat para penumpang terlempar.

"Kami sedang sarapan dan minum kopi ketika merasakan benturan yang sangat kuat, lalu kami terlempar," ujarnya.

Barcelo menyebut setidaknya delapan korban berasal dari gerbong yang ditumpanginya.

Tragedi ini menjadi kecelakaan kereta fatal kedua di Spanyol sepanjang tahun ini. Pada Januari lalu, kecelakaan yang melibatkan kereta berkecepatan tinggi yang dioperasikan perusahaan pada jalur yang sama menewaskan 46 orang.

Berita Terkait