Mengerikan! Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyampaikan duka cita atas tragedi tersebut. Ia menyebut seluruh masyarakat Spanyol tengah berduka dan berjanji akan memastikan penyebab kecelakaan diusut hingga tuntas.
Dalam insiden Januari tersebut, sebuah kereta keluar dari rel dan menabrak kereta yang datang dari arah berlawanan. Peristiwa itu memicu perdebatan mengenai investasi dan pemeliharaan infrastruktur perkeretaapian di Spanyol.
Laporan awal Guardia Civil pada Februari menyebut kerusakan pada jalur, rel, atau sambungan las antara dua bagian rel sebagai dugaan utama penyebab kecelakaan Januari. Namun, penyelidik masih mempertimbangkan tujuh kemungkinan lainnya.
Pedro Sanchez mengatakan penyebab kedua kecelakaan tersebut sejauh ini tampak tidak berkaitan. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan mengambil langkah untuk memperkuat keselamatan jika penyelidikan menemukan adanya kelemahan.
"Jika kita perlu memperkuat keselamatan lebih jauh untuk membangun kembali kepercayaan terhadap sistem kereta cepat kita, kita akan melakukannya. Sebab, hal yang tidak dapat diterima bagi negara seperti Spanyol adalah mengalami dua kecelakaan kereta cepat dalam satu tahun," kata Sanchez.
Baca Juga
Partai oposisi Spanyol, Partai Rakyat, juga membatalkan seluruh kegiatan kampanye pada hari tersebut menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung bulan berikutnya.
Setelah kecelakaan, Renfe membuka saluran telepon khusus bagi keluarga korban. Perusahaan tersebut juga menghentikan penjualan tiket untuk layanan kereta cepat di koridor Madrid-Andalusia hingga 13 Desember.
Renfe menyatakan bahwa penyelidikan diperlukan untuk mengungkap urutan kejadian, kondisi lalu lintas kereta, serta penyebab pasti tabrakan. Sementara itu, perusahaan Iryo menyebut telah mengaktifkan prosedur darurat. Operator infrastruktur milik negara, Adif, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Di sebuah sekolah di Urda, tempat keluarga korban diarahkan untuk mencari informasi, seorang perempuan bernama Ana terlihat menahan tangis karena belum mendapat kabar mengenai suaminya, Pepe. Namanya belum masuk dalam daftar korban yang berhasil diidentifikasi, meskipun polisi telah menemukan anjing peliharaan mereka bernama Trece.
Kecelakaan ini kembali menyoroti keselamatan dan pemeliharaan jaringan kereta cepat Spanyol. Data otoritas keselamatan perkeretaapian negara tersebut menunjukkan jumlah kecelakaan, termasuk anjlok dan tabrakan, meningkat dari 45 kejadian pada 2016 menjadi 57 pada 2024 dan 69 pada tahun lalu.
Analisis Reuters terhadap data otoritas persaingan usaha Spanyol menunjukkan sekitar 25 juta penumpang menggunakan kereta cepat di negara itu pada semester pertama 2026. Jumlah tersebut turun sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Data Komisi Eropa juga menunjukkan investasi Spanyol untuk pemeliharaan jaringan kereta cepat sepanjang sekitar 4.000 kilometer masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara besar Eropa.
Spanyol menghabiskan rata-rata sekitar 1,5 miliar euro per tahun untuk jaringan kereta cepat selama periode 2018–2022, lebih besar dibandingkan negara Eropa lainnya. Namun, sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk membangun jalur baru. Hanya sekitar 16 persen yang dialokasikan untuk pemeliharaan, pembaruan, dan peningkatan infrastruktur.
Pemerintah Spanyol kini menghadapi tuntutan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta cepat sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat setelah dua kecelakaan fatal dalam satu tahun.