Nasional . 02/11/2026, 20:45 WIB

BPJS Kesehatan Libatkan 150 Kampus untuk Perkuat Riset dan Perbaikan Layanan JKN

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – BPJS Kesehatan terus mendorong keterlibatan perguruan tinggi dan kalangan akademisi dalam meningkatkan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Hasil Kajian BPJS Kesehatan 2026 yang berlangsung di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Depok, Senin, 2 November 2026.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, dr. Sutopo Patria Jati, menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi tersebut memiliki dua sasaran utama, yakni untuk kebutuhan internal organisasi dan penguatan kolaborasi eksternal.

Dari sisi internal, hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat pengendalian biaya.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan internal dan eksternal. Internal adalah dalam rangka untuk bisa perbaikan dari pelayanan termasuk untuk pelayanannya, pengendalian biaya dan sebagainya," ujar Sutopo.

Sementara dari sisi eksternal, BPJS Kesehatan membuka ruang bagi perguruan tinggi, peneliti, dan kalangan akademisi untuk terlibat dalam menghasilkan penelitian yang dapat dijadikan landasan penyusunan kebijakan.

"Eksternal adalah untuk bisa melibatkan dan sekaligus memberikan semacam kesempatan kepada perguruan tinggi ataupun yang lain untuk bisa ikut terlibat di dalam memberikan satu penelitian yang menjadi basis untuk pengambilan keputusan dan atau kebijakan kami untuk perbaikan JKN ke depan," jelasnya.

Sutopo mengatakan, kegiatan diseminasi hasil kajian tersebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Ke depan, BPJS Kesehatan berencana terus mengembangkan kegiatan berbasis kerja sama dengan perguruan tinggi.

"Ini yang menjadi acara yang sedang berjalan sekitar tiga tahunan adalah dan insyaallah kita akan bekerjasama berbasis pada kampus. Karena kampus adalah para pendidik," katanya.

Ia menilai kolaborasi dengan akademisi dan peneliti memiliki peran penting dalam memperbaiki penyelenggaraan JKN. Terlebih, BPJS Kesehatan saat ini memberikan layanan kepada hampir 98 persen penduduk Indonesia sehingga membutuhkan masukan dari berbagai pihak.

"Jadi kegiatan ini adalah bagian dari untuk bisa kolaborasi antara kampus ataupun akademisi atau peneliti dengan kami. Karena kami memberikan pelayanan kepada hampir sembilan puluh delapan persen bagi masyarakat, itu kita akan mendapatkan banyak masukan dan sekaligus perbaikan di dalam pelayanan," ungkapnya.

Menurut Sutopo, peningkatan kualitas program JKN perlu didukung penelitian yang kuat agar kebijakan yang diambil dapat memberikan hasil lebih baik bagi masyarakat.

"Harus mungkin bisa dilakukan kalau tidak ada penelitian yang kuat di dalam, nah ini kita lakukan penelitian yang berbasiskan supaya hasilnya juga semakin baik ke depan," tegasnya.

Terkait jumlah perguruan tinggi yang telah terlibat, Sutopo menyebut BPJS Kesehatan saat ini telah menjalin kerja sama dengan 150 kampus yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

"Yang saat ini kita kerjasama dengan itu adalah 150 kampus yang ada di seluruh Indonesia yang berbasiskan perguruan tinggi," tutupnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com