Nasional . 04/11/2026, 05:46 WIB

Listyo Sigit: Eks Kapolri Kelahiran Ambon, Dekat dengan Jokowi, Kini Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan HP Presiden Prabowo

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Nama Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi sorotan setelah Bareskrim Polri mengumumkan penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap nomor telepon Presiden Prabowo Subianto. Pengumuman tersebut sekaligus menjadi babak paling kontroversial dalam perjalanan karier mantan Kapolri yang pernah menjadi ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Listyo bukan sosok baru di lingkaran kekuasaan. Kariernya di kepolisian mengalami perkembangan pesat setelah dipercaya menjadi ajudan Jokowi pada 2014. Dari posisi tersebut, ia kemudian menduduki sejumlah jabatan strategis hingga akhirnya ditunjuk menjadi Kapolri pada Januari 2021.

Setelah memimpin Polri selama lebih dari lima tahun, Listyo kemudian dipercaya Presiden Prabowo Subianto menduduki jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Oktober 2026.

Namun, perjalanan panjang tersebut kini diwarnai persoalan hukum. Pada Selasa, 3 November 2026, Bareskrim Polri secara resmi mengumumkan Listyo sebagai satu dari tiga tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap nomor ponsel Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat hingga pengusaha.

Lulusan Akpol 1991

Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991.

Setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian, Listyo memulai perjalanan kariernya dengan menempati sejumlah jabatan di lingkungan Polri. Pengalamannya banyak berkaitan dengan bidang reserse dan kepemimpinan kepolisian di tingkat kewilayahan.

Pada 1999, ia dipercaya menjabat Kapolsek Duren Sawit. Selanjutnya, pada 2003, Listyo menjadi Kapolsek Tambora.

Kariernya berlanjut dengan sejumlah penugasan di Jawa Tengah. Ia pernah menjabat Kapolres Pati, Wakapolrestabes Semarang, hingga Kapolresta Surakarta pada 2011.

Saat bertugas di Surakarta, Listyo mulai memiliki hubungan kerja profesional dengan Jokowi yang ketika itu menjabat Wali Kota Solo.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Jadi Ajudan Jokowi

Titik penting dalam karier Listyo terjadi pada 2014. Setelah Jokowi terpilih sebagai Presiden RI, Listyo dipercaya menjadi ajudan presiden dari unsur kepolisian.

Ia menjalankan tugas tersebut hingga 2016. Posisi ajudan membuat Listyo berada di lingkungan Istana dan bekerja mendampingi kepala negara dalam berbagai kegiatan resmi.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai ajudan, karier Listyo terus meningkat. Pada 2016, ia ditunjuk menjadi Kapolda Banten.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com