Pendidikan . 05/11/2026, 23:13 WIB

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Kelas 3 SD pada 2027, Kemendikdasmen Beri Pembekalan 58.482 Guru

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Sebanyak 58.482 guru sekolah dasar (SD) dari 19 provinsi akan mengikuti pelatihan khusus agar siap mengajarkan Bahasa Inggris kepada murid kelas 3.

Kemendikdasmen menyiapkan program selama 10 hari tersebut sebagai bagian dari persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menjelaskan, pelatihan melibatkan 101 perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Sebanyak 58.482 guru peserta akan mengikuti kegiatan yang terbagi dalam 3.002 kelas, dengan jumlah peserta antara 10 hingga 33 orang di setiap kelas.

“Program ini menjangkau hampir 60.000 sekolah. Per sekolah yang jumlah 58.482 itu akan mengirimkan satu guru yang mengajar di kelas 3, yang tersebar di 19 provinsi, 227 kabupaten/kota, dan 2.717 kecamatan. Dan nanti kami juga sudah menyiapkan 3.002 kelas pelatihan,” kata Nunuk, Kamis, 5 November 2026.

Pelatihan Berlangsung 80 Jam Pelajaran

Dalam program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI), setiap peserta akan menjalani pelatihan dengan total 80 jam pelajaran. Kegiatan tersebut terbagi menjadi 40 jam pelajaran tatap muka dan 40 jam pelajaran mandiri yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Ruang GTK.

Untuk sesi tatap muka, materi pelatihan mencakup penguatan pemahaman Bahasa Inggris, penyusunan perangkat pembelajaran, praktik dan simulasi mengajar, serta strategi pembelajaran yang menyesuaikan karakteristik murid SD.

Melalui materi tersebut, Kemendikdasmen mempersiapkan guru dari sisi kemampuan Bahasa Inggris sekaligus keterampilan pedagogik agar mampu menyampaikan pelajaran secara tepat kepada murid sekolah dasar.

Nunuk mengatakan, peningkatan kemampuan guru juga harus diikuti dengan tumbuhnya rasa percaya diri, terutama bagi tenaga pendidik yang tidak memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.

“Ditjen GTK Kemendikdasmen berupaya terus untuk meningkatkan kompetensi dan yang paling penting, kepercayaan diri guru sekolah dasar yang memang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Inggris dalam mendampingi peserta pendidik melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan, komunikatif, dan bermakna,” ujar Nunuk.

Perguruan Tinggi Datangi Lokasi Guru

Kemendikdasmen mengatur pelaksanaan pelatihan dengan mempertimbangkan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena itu, perguruan tinggi penyelenggara akan mendatangi lokasi para guru peserta, bukan meminta mereka datang ke kampus.

Nunuk menjelaskan, pihaknya telah menetapkan 101 klaster di 19 provinsi. Penentuan klaster tersebut menyesuaikan jumlah perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan Kemendikdasmen untuk menyelenggarakan pelatihan PKGSD MBI.

Dengan mekanisme tersebut, guru tetap dapat menjalankan tugas mengajar sebelum mengikuti sesi pelatihan. Kemendikdasmen ingin memastikan kegiatan peningkatan kompetensi tidak membuat guru meninggalkan murid selama jam pelajaran berlangsung.

“Jadi mekanismenya bukan mengirim guru ke perguruan tinggi, tapi para pengajar dari kampus itu yang datang ke lokasi supaya guru-guru tetap bisa mengajar jam pertama, kedua, dan ketiga, baru setelah itu boleh mulai pelatihan. Jadi esensinya meskipun pelatihan, guru tidak meninggalkan para siswanya,” ujar Nunuk.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com